Thursday, April 4, 2019

Saat Waktu Berhenti Berputar

photo by dwirani


Mereka hanya tersenyum canggung. Kemudian, salah satunya beralasan mencari minuman dingin. Mungkin untuk melarikan diri, atau memang mendadak ada yang membuat tenggorokan tercekat. Sementara yang satu, berusaha menghindari kontak mata, ketimbang batin yang ikut terkontak. Selain juga karena mendadak ada rasa panas di mata, sembari menahan air mata yang seolah ingin turut serta.

Satu menit terasa seperti satu jam. Satu jam terasa seperti seabad.

Semacam ada yang berputar di kepala, menghadirkan sinema kehidupan. Manis, pahit. Hingga akhirnya muncul satu episode terakhir, ketika mereka melalui jalan bercabang yang berbeda. Ternyata, sejauh-jauhnya mereka berjalan, akan ada satu jalur yang mempertemukan. Bagai persimpangan rel kereta.

Tapi mereka tahu, setelah persimpangan akan ada jalur lain yang harus dijalani sendiri-sendiri. Pada saat itu mereka sadar, tujuan akhirnya memang berbeda.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...