Saturday, February 9, 2019

Decluttering Season

Kalau dengar kata "decluttering", biasanya akan teringat pada Marie Kondo. Saya kenal nama itu sepertinya sejak 2 tahun yang lalu, tapi baru benar-benar paham bagaimana penerapan KonMarie Method setelah rajin nonton acara TV-nya di Netflix. Monmaap kalo saya rada basi, soalnya selama ini belum pernah benar-benar tertarik - walau tiap siklus bulanan saya datang, selalu muncul hasrat untuk bebersih dan berbenah.

Nah, jadilah selama bulan Februari ini adaaa aja yang saya bongkar dengan alasan beberes. Mulai dari dapur, lemari penyimpanan stok catering, kamar anak, kamar sendiri, sampai halaman depan. Tapi tetap aja sih, belum sampai tahap "let everything go" karena pada akhirnya cuma sekedar memindahkan barang yang tadinya berantakan jadi sedikit rapi dan tidak terlihat :D

Kemudian, pada suatu hari, saya menemukan fakta bahwa email pribadi saya menyimpan lebih dari 4,000 pesan yang belum dibaca.

APALAH INI??? Hahahaha...

Sebagai mantan karyawan kantoran (eh iya, sekarang udah mantan lagi, lho!), saya terbiasa bekerja dengan email. Dan tumpukan email sampai 100 aja bisa bikin stress berat. Macam banyak yang tertinggal di pekerjaan. Lha ini, sampai 4,000 kok santai-santai aja.

No wonder yaaa, kadang saya terlewat apabila ada informasi yang penting, seperti info dari sekolah anak, atau notifikasi order masuk di portal e-commerce.

Saya pun merasa HARUS BANGET merapikan hidup, salah satunya si email pribadi itu.
Penasaran nggak apa aja isinya? Mungkin 3,000 diantaranya adalah iklan, promo, notifikasi sosial media, dan konfirmasi pembelian barang online. Sisanya, tagihan-tagihan aja. Alamak!

Setelah hampir dua jam, inbox saya lebih rapi. Mayoritas milis yang tidak berguna sudah saya hentikan - padahal ketika mulai berlangganannya gimana juga nggak ingat. Lalu lebih dari 20 alamat email saya berlakukan automatic cleanup.

Semoga setelah ini inbox email saya bisa menjadi lebih berfaedah ~

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...