Tuesday, October 24, 2017

Bandung Shortcation!

Ini latepost sometimes di bulan Agustus. Tapi masih worth to share lah. 
The awaited next holiday has come. Bandung!

Walau ke Bandung udah sering banget dan ngggak terlalu spesial juga sih sebenernya (mengingat saya dan Big A juga kuliah di Bandung ya), tapi merencanakan liburan ke sana tetap menyenangkan.

Mirip dengan kisah liburan Jogja dimana saya extend business trip, ke Bandung juga awalnya ada acara outing departemen kantor di hari Jumat-Sabtu siang. Jadi, Sabtu siang sampai Minggu lanjuuut acara keluarga. Double A nyusul saya di Sabtu-nya. Mereka jalan Sabtu pagi, sampai di Bandung jam 11-an. Syukurlah tidak terjebak dalam kemacetan luar biasa yang sering ditakutkan orang-orang, dan lebih syukur lagi tidak terjebak nostalgia -_______-

Okay, kalau dengan kantor kami menginap di hotel Namin yang terletak di Dago dan bernuansa serba minimalis (tapi mereka punya sarapan enak, dan dapur + ruang makan yang saya suka banget!), dengan keluarga saya memilih hotel yang bisa berenang. Karena ini semi staycation, jadi hotelnya harus decent.

Setelah galau berminggu-minggu (lebay sih) memilih antara Padma, Intercontinental, Hilton atau Mercure, akhirnya saya memutuskan menginap di Grand Mercure Setiabudhi. Alasannya simple, karena menurut review yang saya baca, kolam renangnya beneran hangat dan lebih hangat daripada di Intercontinental, hahaha...

Jadi trayek liburan kami di Bandung kemarin dimulai di Dago Dream Park. Kawasan wisata yang baru dibuka ini berlokasi di Dago Giri, dengan tiket masuk per orang 20rb dan mobil 10rb.
Ada berbagai pilihan mainan yang bisa diikuti, seperti perahu dayung (yang ternyata susah dan beneran cape!), naik kuda, ATV, memanah, selfie zone, naik bus keliling area atau sekadar main di playhouse-nya saja. Tentu karena masih baru, semuanya masih bagus.

Per wahana dihargai 25-35rb. Saya sendiri naik bus, perahu dayung, dan memanah. Well, now I can say that archery is sooooo much fun! Saya ketagihan dan mau lagi! Hehehehe...

Little A kegirangan bisa naik kuda warna putih yang dia sebut sebagai kuda princess. Oia, karena Double A masih seru main disana, saya cus duluan bersama rombongan kantor untuk check out hotel. Dan namanya Ibu-Ibu yaaa, saya sempet-sempetnya dong belanja sekantong gede di Lavie yang hanya 1 menit dari hotel! Hahaha...

Makan siang kami laksanakan di Bancakan. Sayangnya, rasa masakannya sudah tidak se-sedap yang dulu saya rasakan. Sesuai makan siang, Double A menjemput saya di Bancakan, dan kami cus ke hotel Grand Mercure. 

Check in di Grand Mercure lancar aja, hanya ketika kami masuk kamar, jeng jeeeng... Kasurnya twin bed. Ketika saya konfirmasi ke resepsionis, mereka bilang untuk jenis kamar yang saya minta memang tidak ada kasur tipe double/king, tapi kasurnya bisa disatukan dan tidak akan ada celah. But still, kenapa mereka nggak bilang dari awal ketika saya book atau ketika check in? Padahal saya book kamar langsung di website, plus saya anggota Le Club Accor juga. Sekali lagi, layanan Accor mengecewakan untuk saya (and that's why saya nggak pernah mau ditawari paket liburan gratis dari Accor).

Kamar di Mercure tidak besar, hanya cukup lah. Kalo untuk saya sih cenderung sempit sebenarnya, karena saya lebar :D

Kamar dengan city view. Yang recommended sih pool view, karena kolamnya ada semacam cahaya bintang di dalam kolamnya
What's good dari hotel ini, tentu kolam renangnya. Sejak hari pertama kami datang, sampai kami akan pulang, Little A selalu berenang. Dan betah banget, karena airnya benar-benar hangat. Saya pun betah menemani Little A berenang. Syaratnya hanya satu, jangan sampai keluar air karena bila terkena hawa dingin Bandung, langsung berasa beku. 

Kolamnya legaaa deh. Padahal ramai manusia pada saat kami menginap. Kebanyakan memang hanya berendam dan tidak berenang beneran. Kalau mau olahraga sepertinya harus pagiiii sekali. Karena agak siang hingga sore banget masih ramai. 

Makan malam kami keluar hotel, dan berujung di Swiss Butcher Setiabudi. Gerai steak yang sudah tua ini rasanya tetap sama, lumayan enak lah dibandingkan gerai-gerai steak lainnya. Yang saya suka, ada Oreo shake yang di dalamnya ada parutan keju juga. Yummy!

Selepas makan, kami lanjut jalan-jalan ke bawah. Ke daerah Dago, karena Big A mau mencari sepatu. Kemudian kami lanjut pulang ke hotel lagi, dan tidur. 

Jalan-jalan malam di Bandung, berhadiah kacamata renang untuk Little A
Keesokan pagi kami sarapan di hotel, dan memang sarapan di sana juara. Jenisnya buanyak, rasanya enak. Walau memang untuk beberapa station terlalu panjang dan lama antrinya. Overall, sarapan ini saya beri 4.5 bintang. Bisa jadi 5 kalau tidak terlalu crowded dan berantakan. 

Setelahnya kami berenang, dan check out. Lanjut jalan-jalan di Bandung lagi, dan melanjutkan pencarian sepatu yang berujung dengan saya dan Little A mendapat sepasang sepatu Adidas dan Big A kebagian mbayari saja. Lumayan banget loh di Outlet-Outlet sepatu branded itu. Bisa dapat diskon 40-70% yeaaay...
Steak di Tizi. Berantakan tapi nikmat
Siangnya kami makan bersama Bapak saya sekeluarga. Setelah sekian lama, saya baru kali itu mencoba makan di Tizi. Dan steaknya juaraaa! Kalau ke Bandung bisa jadi saya mampir lagi nih.
Mendadak kami senada warnanya
Next time, kami mau mencoba hotel-hotel lucu yang ada di Bandung, ah!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...