Wednesday, May 24, 2017

Obrolan Vaksin

Tiba-tiba, grup geng SMA saya membicarakan mengenai vaksin. Awalnya kami membahas mengenai penyakit jaman dulu yang tiba-tiba dialami oleh saya dan salah satu teman saya: Gondongan dan Cacar Air. Penyakit-penyakit yang kami kira tidak akan diderita oleh orang dewasa jaman sekarang, eh ndilalah kok ya kena. Parah pula kenanya.

Padahal, kedua penyakit ini sudah ada vaksinnya loh. MMR untuk Gondongan (termasuk Measles dan Rubella) dan Varicella untuk Cacar Air. Apakah kami pernah divaksin? Jawabannya: lupa. Hahahaha.. As simple as that, dan kayanya sih engga. Tapi Alhamdulillahnya, kedua anak kami sudah divaksin. Jadi nggak ada yang sampai ketularan ibunya, walau seperti anak saya, tidurnya tetep nempel Ibu.

Kemudian kami jadi curiga, jangan-jangan wabah yang seolah comeback ini diakibatkan oleh gerakan antivaksin yang terjadi di beberapa area (dan beberapa teman kami juga). Dan tentu saja ini membuat saya dan teman-teman saya cukup gregetan ya. Why on earth you disapprove a thing yang lebih banyak manfaat ketimbang mudharat-nya? Kira-kira gitu lah pemikiran kami. 

Jadi, sebagai mantan karyawan perusahaan obat dan vaksin (dan nggak cuma saya, ada satu teman saya juga yang pernah bekerja di perusahaan yang berbeda), kami merasa ada beberapa hal yang perlu diluruskan di sini. 


  1. Mengenai kandungan babi dalam vaksin - dan haram/halal-nya
    Untuk yang ini saya bisa jelaskan panjang kali lebar. Jadi begini ceritanya. Pada awal pengembangan vaksin, berpuluh-puluh tahun yang lalu, para ilmuwan membutuhkan media yang tepat untuk pengembangbiakkan virus. Dan ditemukanlah unsur porcin yang memang dari salah satu bagiannya babi. 

    Lalu, setelah berhasil, apakah dikembangbiakkan dengan media yang sama?

    Tidak. Vaksin sekarang sudah totally different. Tapi seperti masih membawa dosa masa lalu, karena kalau di perusahaan obat yang namanya pengecekan data itu harus dari awal pembuatan, maka ada sejarahnya si porcin babi itulah. 

    Lalu, kenapa produsen lain bisa dikatakan halal? Entahlah. Bisa jadi, karena vaksin itu biasanya R&D hanya satu, jadi mereka memang tidak melakukan R&D sendiri sehingga sejarah itu tidak terbawa ke produksi merek perusahaan mereka

  2. Efek samping vaksin
    Ada propaganda mengenai vaksin yang memberikan efek buruk. Sejauh ini memang semua obat akan ada efek samping, yang biasanya muncul namun dalam skala kecil. Namun, yang saya dan teman-teman juga tahu, ada komentar anti vaksin yang muncul dari seorang pedagang obat herbal. Sehingga, untuk menjual dagangannya, dia mengatakan: Nggak usah vaksin, pake obat herbal saya aja. Kira-kira begitu.

  3. Vaksin = Nggak Sakit
    Gw udah vaksin, kok masih kena juga sih?

    Begini, vaksin itu bukan menghilangkan kemungkinan kita terhindar dari penyakit. Tapi, meminimalisir dampak penyakit pada diri kita. Bisa jadi memang tidak sampai terkena penyakitnya, atau kalaupun kena jadi tidak parah. 


Nah, begitulah kira-kira pengetahuan kami. Semoga cukup bisa membantu memperkaya pengetahuan kita ya :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...