Saturday, May 6, 2017

Kopi-Kopi Kekinian: Tuku & Sagaleh

Saya mau cerita sedikit mengenai rekan-rekan kantor saya yang sekarang. Sejak perusahaan yang pertama, mungkin ini salah satu team yang sangat kompak, terutama dalam hal jajan dan makan-makan. Agenda potluck menjadi salah satu rutinitas yang menyenangkan, dan memperkaya khazanah dunia kuliner kami. 

Selain itu, snacking sore-sore juga jadi rutinitas harian yang tentunya menyenangkan bagi kami. Dulu, martabak (manis dan asin) menjadi snack favorit hingga akhirnya kami mengalami gejala kegemukan (LOL). Akhirnya, snacking sempat terhenti sejenak, dan kini berubah: jadi makanan yang lagi hits di GoFood! Hahahaha...

Ya, aplikasi ojek online yang kini merambah ke layanan pembelian dan pengantaran makanan itu, sangat mempengaruhi gaya hidup kami. Dulu, mana ada snack sore yang dibeli dari daerah Cipete, Pondok Indah, Pasar Santa? Sekarang, semua bisa. Asal abang Gojek menerima order kita :D

Nah, sekarang cerita mengenai kopi. Sebenarnya kami penggemar minuman. Mostly manis lah ya. 
Biasanya Chatime, Juice, Starbucks dan Susu Kacang menjadi pilihan kami. Nah, karena sedang ada demam kopi lokal yang ditularkan melalui media sosial, kami jadi ikut penasaran. Akhirnya, kami ikut mencoba dua jenis kopi dari dua gerai yang berbeda: Tuku dan Sagaleh. 

Dari rasa lidah saya yang nggak terlalu peka sama kopi (tapi saya bisa tahu, Kopi Gayo itu enak!), keduanya terasa lembut, creamy, dan memiliki rasa khas masing-masing. Kalau Tuku, dengan Es Kopi Tetangga-nya, menyajikan rasa yang sangaaaaaat lembut dan milky. Untuk teman saya yang tidak terlalu doyan kopi, dia sangat cocok dengan varian kopi dari Tuku ini. Saya, suka banget! Tapi setelah saya minum kopi dari Tuku, sore harinya malah terasa mengantuk sekali. Well, saya memang nggak terpengaruh sih, minum kopi nggak membuat saya terjaga (kecuali dari Brew n Co). 

Kopi lembut, seharga 18rb saja. Tapi harus sabar, karena order via Gojek nggak selalu buka, karena terlalu ramai!
Oia, setelah minum kopi-nya Tuku, saya nggak merasa deg-degan seperti biasanya. Plus point dari saya untuk Tuku. 

Lain hari, kami mencoba Sagaleh. Katanya ini saingan Tuku, dengan harga lebih murah. Tuku 18rb, Sagaleh dengan Es Kopi Susu-nya hanya 15rb!

Ketika sampai di tangan kami, kopi dari Sagaleh dikemas terpisah antara Kopi Susu dan Es Batu-nya. Saya cicipi sebelum ditambahkan es, rasanya manis dan kopinya lebih kuat. Setelah ditambahkan es batu, rasanya jadi lebih lembut, tidak terlalu manis, namun rasa kopinya masih kuat. Rasanya agak khas sih, pahit-pahit kopi dan karamel gitu. Saya suka, teman saya yang tidak cinta kopi, tidak cocok dengan rasanya Sagaleh. 
Kopi ini hanya 15rb! Dari tampilannya, tampak warnanya lebih coklat. Lebih kopi, ya?

Cari-cari tahu, ternyata Sagaleh memang membuat house blend dari 8 jenis kopi yang berbeda. Keren, sih ya, apalagi harganya masih murah. 

Berikutnya, kopi apa lagi ya?

2 comments:

  1. walo bukan pecinta kopi, tp sesekali bolehlah minum kopi ama temen2... tp aku biasanya yg kopi susu.. ini cocok kayaknya buatku... cuma kalo minuman gini aku jrg pesen dr gofood mba... lbh seneng dtg lgs k tempat supaya rasanya ga berubah.. kdgkan kalo pake go food, suka kelamaan di jalan, jd esnya yg udh banyak cairlah, dinginnya jd turun :D khusus minuman aja sih aku biasanya lbh seneng coba lgs.. kalo mkanan teteeup, gofood andalan ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya mbak. Aku juga penasaran mau ke Tuku, soalnya lihat di instagram sepertinya tempatnya lucu yaaa. Overall saat ini lewat Gojek masih oke sih, mungkin jaraknya jangan jauh2 yaaa :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...