Thursday, May 25, 2017

Cerita Ayam

Ceritanya, tadi siang saya membersihkan isi kulkas. Kegiatan rutin yang saya lakukan setiap ada libur catering. Kebetulan untuk hari ini sekalian inspeksi bahan makanan apa yang masih ada, dan yang perlu dibeli lagi. Ternyata, saya menemukan ada seonggok dada ayam tanpa tulang beku, sepotong paha atas ayam beku, beberapa ceker ayam beku, dan segumpal paha ayam tanpa tulang beku.

Yesss, saya memang penggemar ayam beku, karena praktis dan serbaguna untuk emak-emak rempong seperti saya. Awalnya saya memang enggan untuk membeli ayam beku, karena saya beranggapan bahwa ayam yang dibekukan di pasar swalayan itu adalah ayam sisa display yang nggak laku. Jadi, supaya awet dibekukan saja.

Tampilan ayam yang sudah siap diolah. Sebelumnya, saya cairkan di bawah air mengalir, di dalam plastiknya
Ternyata saya salah. Ayam beku atau ayam dingin segar itu adalah ayam yang memang sejak awal pemrosesan mengalami proses dimana suhu dijaga agar tetap dingin. Sehingga, meminimalisir kuman dan bakteri yang menempel pada si ayam. Jadi, bisa dibilang bahwa ayam beku itu lebih sehat. Rasanya pun tetap segaaaar!

Sebagai tambahan, saya mendapatkan banyaaaaak sekali informasi yang berguna mengenai ayam dingin segar, cara menggunakan dan berbagai tips lainnya di laman Ayam Dingin Segar.

Saat ini ayam yang dijual dalam suhu dingin bahkan beku ini juga banyak ditemui di mini market terdekat dari rumah, lho. Sehingga memberikan nilai tambah di mata saya. Bagaimana tidak, untuk mempersiapkan menu keesokan harinya, saya masih bisa membeli bahan makanannya sepulang kantor, dan tentu dengan tidak perlu menghabiskan waktu lama pula. Sungguh praktis!

Dan apakah anda tahu bahwa kemasan ayam beku ini bisa terdiri atas ayam utuh, potongan ayam utuh, atau bagian tertentu dengan preferensi tertentu pula? Bagi saya, ini adalah salah satu kemudahan duniawi yang diciptakan pada jaman ini. Favorit saya, bagian paha tanpa atau dengan tulang, karena dagingnya yang lebih lembut. Eh, ada juga ayam kampong beku loh. Tapi memang saya lebih sering menyimpan ayam potong biasa saja.
Sangat mudah untuk mengolah menu ayam
Nah, sebagai emak-emak catering, Ibu dengan balita dan pecinta makanan, saya sangat terbantu dan menggunakan ayam beku untuk berbagai menu favorit, antara lain sebagai berikut:
  1. Nugget Ayam. Untuk menu ini paling cocok menggunakan bagian dada tanpa kulit dan tulang. Gunakan 500gr dada ayam bersama 1/2 buah bawang Bombay, 3 butir bawang putih, 2 butir telur, 4 sdm tepung tapioka, 1 ½ sdt merica, 1 sdt garam, 1 sdt kaldu ayam bubuk, 1 sdm kecap ikan, 4 sdm tepung panir dan 4 sdm mayonnaise. Bila suka, bisa ditambahkan sayuran. Biasanya saya menambahkan wortel, brokoli dan bayam. Haluskan semua, dan kukus. Kemudian potong-potong dan balurkan dengan telur dan tepung panir
  2.  Sup Ayam Jahe. Ini adalah menu favorit untuk mengatasi masalah flu dan tidak enak badan. Bagian ayam yang dapat digunakan sebenarnya semuanya, tapi favorit saya potongan dada dan paha saja. Dan pakai tulang, ya! Isinya adalah 6 butir bawang putih, 3 ruas jahe, 6-8 potong ayam, 2 sdt garam dan 1 sdt merica. Saya masukkan semua ke slow cooker, dan diamkan 4 jam. Atau di panci biasa, dimasak sekitar 2 jam.
  3. Ayam Bakar Bumbu Cajun. Bagian paha tanpa tulang paling tepat untuk dibuat menu ini. Hanya perlu mempersiapkan bumbu Cajun siap pakai, balurkan 2 sdm bubuk bumbu Cajun dengan 2 sdm minyak kelapa, untuk marinasi 5 potong paha tanpa tulang. Diamkan minimal 30 menit, dan bakar di atas wajan anti lengket. Sajikan dengan sambat matah atau saus gravy. Yum!
    Ayam Suwir Goreng Kremes
  4. Ayam Goreng Kremes. Disajikan dengan sambal ayam goreng, menu ini tidak akan pernah salah. Anda perlu menggunakan panci presto atau slow cooker bila ingin mendapatkan tulang yang empuk, tapi dimasak dengan wajan biasa pun tetap enak. Sebelum digoreng, ayam harus diungkep dengan 8 butir bawang merah, 6 butir bawang putih, 1 ruas kunyit, 1 ruas jahe, 2 ruas lengkuas, 6 butir kemiri yang semuanya dihaluskan, lalu ditambahkan 8 lembar daun jeruk, 4 batang serai dan 4 lembar daun salam dan 100ml santan kental. Setelah matang, tambahkan 1 sdt baking powder, 2 sdm maizena, 2 sdm tepung beras dan 1 sdm terigu. Goreng kering. Selesai!
    Mie ayam kampung, sajian sehat untuk suami saya yang sangat doyan mie ayam

  5. Mie Ayam Kampung. Untuk menu ini memang paling enak menggunakan ayam kampong, syukur-syukur kalau mendapatkan bagian dada tanpa tulang (yang mana jarang sekali ditemukan). Sehingga, bisa diakali dengan menggunakan ayam pejantan atau broiler saja asalkan tanpa tulang ya. Saya biasa memasukkan bumbu 2 siung bawang putih, 5 siung bawang merah, 1/2 ruas kunyit, 4 butir kemiri, 1 sdm ketumbar, 1 sdt lada dan garam yang dihaluskan, plus daun salam, jahe, daun jeruk  dan sereh. Tentunya kaldu dari tulang ayam (apalagi masih ada sisa-sisa dagingnya) yang direbus lamaaaa sekali akan menambah rasa sedap mi ayam rumahan kita.

Ayam Pop, varian olahan ayam lainnya. Karena ayam tidak akan pernah salah


Nyam. Saya jadi ingin segera mengisi kulkas kembali dengan berbagai jenis ayam beku favorit, dan mengolah berbagai menu praktis ini untuk sajian sehat keluarga.

4 comments:

  1. dulu menu fav ayam yg sering dimasak mama, itu gulai ayam... yg ala sumatra... rempahnya lbh banyak,dan pedes :) .. Makanya stiap kali mama ke jakarta, aku pasti pengennya minta dibuatin gulai ayam :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh gulai ayam, itu enak buanget jugaaaa. Gurih pedes yaaa mbak.
      Mungkin bs sharing resep mamanya juga? :D

      Delete
  2. oo baru tauu info ttg ayam beku malah lebih sehat mak. bener, ayam tidak pernah salah wkwkw~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih aman tepatnya sih ya mak, secara kalau kita beli ayam yang nggak beku kadang nggak tau berapa lama dia di display sejak dipotong, dan gimana handlenya. Ayam kan hanya boleh di suhu ruangan selama max 4 jam, setelah itu bakteri2nya udah berkembang biak lagi. Selain baunya suka udah nggak seger yaaa...

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...