Sunday, April 30, 2017

Toddler Traveling - Bali

Pagi ini, saya buka memory card kamera yang sudah sekian lama tidak digunakan. Alasannya satu, males aja bawa berat-berat, toh sudah ada kamera handphone yang sekarang nggak kalah bagus-bagus itu. 
Eh, rupanya di dalam memory kamera masih ada foto ketika traveling bersama Agira. Hahaha, belum sempat share cerita rupanya. 

Jadi, ini adalah perjalanan keluar kota yang ke sekian untuk Agira, tapi kalau pure jalan-jalan keluar kota hanya bertiga, ini adalah kota ke-empat yang kami kunjungi. Kami bertiga menjajal perjalanan pertama ke Garut dan Bandung, waktu itu Agira masih sekitar 3 bulanan ya. Pada saat Agira 5 bulan, kami bertiga ke Belitung. Waktu itu kami nekad, karena saya merasa sangat butuh plesiran, Agira juga belum mpasi jadi belum repot mikir makanannya dia, dan saya punya mileage Garuda yang sudah mau expired.

Kota berikutnya adalah Jogja, kebetulan sahabat saya menikah dan kami memanfaatkan perjalanan itu dengan sekalian liburan. Sepertinya sih belum ada yang saya share ceritanya, ya? Hehehe.. Nanti lah ya cicil sedikit demi sedikit. 

Kali ini saya mau cerita mengenai perjalanan ke Bali, ketika Agira sudah 2 tahun. Bayangkan saja, energizer bunny itu sudah ceriwis, banyak gerak, dan nggak suka berada dekat laki-laki. Repot? Pasti lah. Tapi kami tetap bahagia *optimis, mak!*

Karena itu adalah perjalanan santai, sembari merayakan wedding anniversary saya dan Agus, jadi kami juga nggak ngoyo harus kesana kesini. Most of the trip was to amuse bos kecil aja, dimana isinya adalah kebun binatang, kolam renang, glundang glundung di kasur dan leyeh-leyeh di pantai. Pokoknya asal anak senang, bukan?

Untuk 5D4N trip, kami memulai perjalanan Kamis sore. Karena paginya Agira masih sekolah, jadi pulangnya langsung ke bandara. Seingat saya nggak pakai delay sih, dan sampai di Bali sudah pukul 7 malam, atau sore sih? 

Dua malam pertama kami menginap di Santika, Seminyak. Karena, kami akan menghabiskan banyak waktu di luar hotel selama 3 hari pertama di Bali, jadi sayang kalau pakai hotel yang terlalu bagus dan mahal. Dan karena perginya dengan bos kecil yang maniak hotel, seengganya mau tetap cari hotel yang nyaman. 

Ternyata Santika Seminyak oke loh, kamarnya cukup luas untuk kami bertiga plus kelinci yang sukanya lari kesana kemari. Breakfast areanya juga luas, membuat saya awalnya wondering: ga kegedean nih, kayanya sepi-sepi aja. Rupanya ketika masuk weekend, penuh juga!
Pilihan makanan seperti biasa di Santika cukup beragam dengan rasa yang cukup lah. Kolam renang juga bisa untuk main anak-anak, overall saya kasih nilai 3.8 dari skala 5. 

Setelah dua malam, kami pindah ke Inaya Putri Bali. Awalnya memilih Inaya karena lokasinya yang di pinggir pantai, dan kamarnya sepertinya bagus. Walau saya masih meragukan kualitas kamar di Inaya sampai last minute, ternyata begitu sampai, waaaaahhhhhh super duper bahagia! Kamarnya super bagus dan nyaman. Rasanya sayang kalau harus meninggalkan hotel lama-lama, hehe...

One of hidden gem yang saya temukan saat perjalanan ke Bali kemarin adalah, ada kedai steak bernama Happy Steak, yang ternyata sungguh berkualitas. Dan trip ke Bali berikutnya, harus banget ke sana lagi. 

Berikut itinerary kami:

Day 1. Kamis sore.
Setelah landing, kami ke hotel dengan taksi Blue Bird. Beres check in dan rapi-rapi, kami cari makan malam dengan Uber. Akhirnya makan malam ke Sushi Garden di Seminyak. 

Buat saya sih rasanya oke, recommended. Tapi kok sepi ya? Hehehe...
Before take off. Alhamdulillah anaknya ceria sepanjang perjalanan, she knows when to travel!
Day 2. Bali Safari and Marine Park
Hari kedua yang paling niat, karena tiketnya juga sudah saya beli online via travel. Lumayan, diskon lah. Dan karena Agira masih 2 tahun, jadi tidak perlu membeli tiket. Another reason to visit Bali Safari, dong...

Seperti biasa, kalau pergi dengan anak kecil, rencana dan kenyataan seringkali tidak selaras seimbang. Kuncinya adalah, take it easy. Namanya liburan ya harus dinikmati (walau pakai berantem2 kecil gitu yaa). 
Safari cruise naik bus. Anaknya over excited melihat berbagai binatang yang seliweran di sekitar bis.
Rencana hari ke dua ini, jalan dari pagi jadi bisa main air di Bali Safari. Kenyataannya, baru sampai di sana jam 2-an (karena nunggu bapake solat Jumat di Masjid Agung Gianyar dulu), lalu nonton Bali Agung (must see banget, anaknya sampai tepuk tangan terus sepanjang pertunjukkan), main-main free rides (kami pilih river cruise), dan diakhiri dengan keliling zoo naik bis. Kami keluar dari Bali Safari jam 5 lewat, lalu kelaparan karena belum makan yang beneran. 

Kembali ke hotel, dandan sedikit, lalu makan malam bersama sahabat saya yang tinggal di Bali.

Day 3. Ke Ubud dan Pindah Hotel
Saatnya pindah hotel, yeaay! Tapi karena hotel baru bisa check in jam 2, kami jalan-jalan ke Ubud dulu. Ndilalah, ya seperti biasa, sampai Ubud udah jam makan siang. Dan kelaparan. Dan kami tidak tahu mau makan dimana.

Andalan saya, cari rekomendasi TripAdvisor, supaya lebih yakin. Akhirnya kami sampai di Fair Warung Bale. Tempatnya nggak luas, tapi porsi makanannya besaaar! Dan satu hal yang membuat kami puas sekali makan di sana, karena hasil pendapatan dari penjualan makanan mereka digunakan untuk layanan pengobatan. Ini salah satunya kenapa saya cinta Ubud!

Fair Warung Bale. Tempatnya kecil, tapi homy

Selanjutnya, kami jalan-jalan ke Pasar Seni Ubud dan membeli beberapa potong pakaian. Tahu lah ya, baju-baju di Ubud Art Market itu kan banyak yang lucu-lucu yaaa. Saya beli jumpsuit dan bolero seharga 100ribu-an saja.

Setelah berjalan di pasar, kami mampir ke Seniman Coffee yang lokasinya tepat di seberang Fair Warung Bale. Wihhh, seru sekali ternyata. Kopinya enak, pilihannya banyak, dan furniturenya nyeni banget. Khas Bali dengan modern art-nya. 

Ada menu Hot Milk di Seniman Coffee, dan disajikan sama seperti kopi untuk orang dewasa.
Jadi, anaknya nggak ngiri dan minta punya orang tuanya, hehe
Dari sana, kami ke Tegal Alang. Tapi, karena hujan, jadi kami hanya menikmati sedikit terasering yang beneran cantik dari atas bukit. Foto-foto sebentar, lalu jalan ke hotel di Nusa Dua melalui Tampak Siring.

Malamnya, kami makan di Jimbaran. Ibu dan Ayahnya sih bahagia banget makan seafood di Menega (saya selalu ke Menega sih, belum pernah yang lain). Anaknya, main-mainin nasi dan jalan di pasir aja.

Tegal Alang. Kelihatan hjaunya kan yaa?
Day 4. Menikmati Hotel!
Hotel yang menurut kami underrated, karena ternyata cantiiikkkk dan nyamaaaaannnnn sekali ini hotel. Kamar mandinya luas, bisa mandi bertiga sekaligus (which biasanya saya berdua Agira aja sih, bapaknya sendirian). Dan kamar hotel kami ada pool accessnya, jadi langsung plung masuk kolam. 

Pagi-pagi, bangun tidur kami berenang. Yeayyy, sepi! Nggak ada lawannya, karena yang lain mungkin belum bangun. Lalu mandi, sarapan, dan main ke pantaiiiii...
Asiknya di Nusa Dua, kalau hotelnya menghadap pantai, sudah bisa dipastikan ada kursi pantai untuk leyeh-leyeh, dan ada petugas yang membersihkan pinggiran pantai. Jadi nyaman banget. 

Kolam renang utama, luas dan ada kids club di sisinya.
Gelato-nya recommended juga, loh. Agira habis satu cone sendiri

Agira, yang baru sekali main di pantai beneran, super excited lari kesana kesini, garuk pasir, dan ikutan saya main air hingga akhirnya nyemplung juga. Di hari ini, kami beraaaat sekali meninggalkan hotel. 

Hotelnya nyaman sekali. Agira super happy!
Jam makan siang, bablas. Semua ketiduran karena cape. Bangun tidur udah hampir sore, langsung cari makan lewat rekomendasi Trip Advisor juga. Menemukan Happy Cow - karena suami saya maniak daging. Agak under estimate awalnya, karena namanya kok seperti mirip yang steak hotel itu yaaa. Ternyata ENAK BANGET SAUDARA-SAUDARA! Recommended deh. 

Rencana habis makan mau beli oleh-oleh, kami batalkan. Karena macet, dan sayang ninggalin hotel lama-lama. Akhirnya putbal dan leyeh-leyeh pinggir pantai sampai malam.
Lewat jam 7, kami baru belanja oleh-oleh di Krisna saja (karena males nyari-nyari yang lain).

Day 5. Pulang :(
Sedih banget ketika hari terakhir harus pulang. Karena flight kami siang, jadi nggak bisa berenang deh. Pagi itu kami hanya main rendam-rendaman air di kolam, lalu mandi dan kembali ke bandara. 


We simply don't wanna leave.
And we'll be back soon!

















2 comments:

  1. waaah jd dr kamar lgs akses pool yaaa... ankku bisa ga kluar2 dr kolam kalo begitu ;p

    aku penasaran ama happy steaknya mba.. beneran hrs coba sepertinya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, aku aja rasanya mau di kolam terus :)))

      hotel dan steaknya super recommended sih. Aku waktu itu makan yg di Jimbaran, dan dia ada 2 cabang Jimbaran dab Renon. Siapa tau next trip kita bs ketemu disana ;)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...