Friday, April 21, 2017

Musibah Pagi Hari

Tadi pagi, ada kejadian naas di rumah. Singkatnya begini, Agira dan Ayahnya jatuh dari motor, karena sebelumnya Agira main-mainin gas motor Ayahnya. 

Kok bisa? Ya bisa aja, namanya takdir. 

Trus deg-degan nggak? Ya kalo saya sudah jadi orang tanpa perasaan sih mungkin bakal berasa datar aja, tapi karena saya masih manusia biasa ya deg-degan parah dooong. 
Detik pertama merasa ada yang salah, udah deg-degan. Begitu melihat anaknya berlumuran darahnya sendiri, rasanya lemes dan mau nangis. 

Setelah dioles-oles Aloe Vera dan masih mellow

Untung (selalu ada untungnya kannn) nggak parah lukanya. Hanya sedikit sobek di bibir atas dan lebam di pipi kanan. Anaknya pun hanya menangis sebentar, lalu diam. Lukanya juga hanya berdarah sebentar, kemudian diolesi Aloe Vera Gel dan Lavender Oil, kemudian berhenti. Setengah jam kemudian sudah ketawa ketiwi main air di garasi.

Setelah kejadian ini, anaknya langsung kapok nggak mau main motor lagi. That's good! 
Selama ini sampai berbusa melarang anaknya untuk tidak main-main motor atau mobil (ya, Agira sudah bisa menyalakan mesin motor dan mesin mobil sendiri!), akhirnya musti kapok setelah bonyok. 

Tapi saya jadi berpikir. Kalau tadi ketika saya dengar Ibu saya berteriak ternyata karena Agira diculik, bagaimana? Atau kalau dia ngegas motor, dan di depannya ada mobil yang melintas bagaimana? Atau kalau tadi jatuhnya lebih parah dan lukanya berat, bagaimana?

Alhamdulillah nggak ada yang parah kan. Ya berarti next time semua harus lebih waspada aja, karena namanya musibah bisa dimana aja dan kapan aja. 

Anyway, melihat anaknya udah cerah ceria, jadi kepikiran. Anak kecil itu easy to forgive easy to forget banget ya :)

Terima kasih sudah mengajari Ibu menjadi lebih ikhlas hari ini, Nak.
Jontor dan Lebam rules!


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...