Saturday, July 16, 2016

Perjalanan Mengejar Rumah Impian

Sejak dulu kala, saya selalu bermimpi memiliki tempat tinggal sendiri. Entah rumah, apartemen, apapun lah. Tapi sayangnya, belum kesampaian hingga saat ini. Hehehe...

Saya dan suami bukan jenis pasangan yang mendapat priviledge hadiah rumah dari keluarga, dan juga belum berhasil mengumpulkan pundi-pundi tabungan untuk membeli rumah yang sesuai impian. Karena kami jenis pasangan muda yang selalu memiliki kebutuhan lain yang akhirnya berhasil membobol tabungan. Hahahah..

Kalau dipikir-pikir, sejak menikah, kami sudah berhasil membangun satu "rumah" sendiri. Yaitu satu kamar dan kamar mandi yang dibangun saat saya hamil, dan menduduki tanah di rumah Ibu dan sebagian tanah Kakak saya. Hehehe.. tapi ya rasanya kan beda yaa, karena kami tidak memiliki keseluruhan bangunan.

Oleh karena itu, saya dan suami terus berusaha mencari tempat tinggal yang sesuai dengan mimpi kami. Nggak neko-neko sih, asal pas di hati. Sayangnya, kriteria itu ternyata yang paling sulit. Sama sulitnya seperti mencari jodoh :p

Sebelum hamil, kami pernah berkeliling untuk mencari rumah. Tapi belum sempat berhasil, saya keburu hamil dan agak kesulitan dengan kehamilan saya. Sehingga, saat itu rumah menjadi prioritas lain.

Setelah melahirkan, kebetulan adik saya sekolah di luar negeri. Sehingga kami menemani Ibu di rumah juga. Niatnya sih akan pindah setelah adik saya kembali.

Well, sampai saat ini ternyata pencarian rumah kami belum usai. Ada banget sih niatan untuk kontrak rumah dulu sebelum beli. Tapi, ada banyak pertimbangan dan salah satunya karena Agira masih lengket banget sama Uti-nya (dan begitu sebaliknya). Selain jarak rumah-kantor saya yang sangatttt nyaman.

Akhir-akhir ini, mimpi untuk memiliki rumah itu hidup kembali. Dan hari ini kami melakukan perjalanan mencari kitab ke barat (dari timur kaaannn), ke Ciledug untuk melihat show unit apartemen. Kalaupun nggak akan ditinggali, yaa bisa untuk investasi dulu lah.

Eh, setelah lihat apartemen, kok tiba-tiba dapat brosur perumahan yang DP-nya juga bisa dicicil sekian kali. Hmm.. menarik... Menarik...

Down side-nya, sudah pasti lokasinya nggak akan dekat kantor dan Agira harus ditinggal either di rumah atau daycare.

Ada nggak sih yang punya dilema begini? Sharing dooong :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...