Wednesday, December 2, 2015

To Travel or Not Travel, That is The Question

Traveling menjadi salah satu kegiatan yang cukup hits di negeri ini, entah sejak kapan. Banyak orang yang kemudian menyebut dirinya traveler, dan berbagai tempat wisata baru pun bermunculan. Walau mungkin belum semua memiliki sikap selayaknya traveler yang bersahaja, dan belum berpola pikir seperti traveler berbudaya :D
Saya, merasa beruntung berada dalam keluarga yang terbiasa berlibur bersama sejak dulu kala. Setidaknya setahun sekali, saya dan saudari-saudari menghabiskan liburan bersama Bapak, atau mudik lebaran bersama Ibu. Yaaa, namanya juga hidup dalam keluarga yang terpisah, jadi liburannya ada banyak. Hehehe... Am so lucky. 

Dari Bapak, saya mengenal tempat-tempat wisata terkenal di Bali, Jogja, Lombok, Gili (jaman Gili belum ada yang kesana dan masih syepiiiii!), Lido, serta jurang dan hutan di wilayah Riau daratan. Mungkin, sejak kami mengenal masa liburan keluarga setahun sekali, sejak itu pula saya menanamkan semangat "Liburan setidaknya setahun sekali". 

Pertama kali menghabiskan liburan sendiri tanpa keluarga (selain Karyawisata sekolah yaaa), adalah ke Bali bersama teman-teman kuliah. Hehehe... rasanya keren banget, bisa naik pesawat sendiri dan kumpul bersama teman-temana seperti di film AADC pada jamannya :)))) 

Kemudian, sepertinya saya mulai berani menjelajah berbagai wilayah lain di Indonesia dan negara tetangga, baik sendiri atau bersama teman. Cirebon, Bali (lagi), Padang, Medan, Kalimantan, Singapura, Bangkok, mayaaannnn beberapa ada yang gratisan sekalian tugas dari kantoooorrrr. Hehehehe...

Setelah menikah, langsung kebayang berbagai tujuan wisata yang sepertinya asik buat pacaran sama suami. Nyatanya, habis nikah beberapa bulan kemudian hamil, daaaaannnn BUYAR SAUDARA-SAUDARA. Untung, semasa hamil masih sempat menjejakkan kaki di Bandung. Kesana aja udah berasa sampai di benua Eropah, saking haus piknik. Oia, semasa hamil saya agak manja, jadi suka bedrest sampai menginap di RS segala. Jadi, memang nggak diperbolehkan beraktivitas berat ataupun jalan-jalan jauh yang cape. 

Setelah melahirkan, sejujurnya belum kepikiran bakal berplesiran lagi. Kebayang rempong bawa bayi and the bla bla bla. TAPI, beberapa kenalan saya meyakinkan bahwa selama bayi masih ASIX, plesiran itu gampaaaang. Tinggal buka kendi, beres deh! Okeh, siap.

Perjalanan pertama kami sih dekat. Ke Bandung dan Garut. Sebenarnya karena ada acara keluarga, sekalian sowan sama Eyang Kung. Sepanjang perjalanan, anaknya hepi-hepi aja tuh. Takut anaknya kelelahan, sepulang dari Bandung kami membawa Gia ke baby spa. Nggak sabar liburan berikutnya.

Akhirnya, dengan bermodal poin GFF hasil kerja keras semasa jaya, saya berserta suami dan bayi Gia yang masih 5 bulan, plesiran ke Belitung! Hehehe.. Sejujurnya ada dua alasan kuat kami kesana. Pertama, poinnya paling murah kesana (PENTING INI), dan kedua, saya belum pernah kesana. Cus kita jalan. 

Karena bawa bayi, nggak mau pilih hotel asal-asalan, jadi saya memilih hotel yang bernama di sana. Alhamdulillah, enak banget semuanya. Mulai dari perjalanan di pesawat (Baby G nggak rewel sama sekali!), hotel yang nyaman dan pelayanan enak, dan tempat-tempat wisata yang ramah bayi (karena sepi kali ya). Overall, Belitung is so recommended for our family holiday!

Lulus naik pesawat di usia 5 bulan, Gia diajak plesiran lagi sembari mudik naik mobil. Kali ini lebih jauh, ke Madiun via Semarang. Hehehehehe... seru memang bawa bayi yang udah MPASI. Musti siap makanan cemilan ini itu, walau akhirnya nggak kemakan semua :( 
Anaknya sangat senang diajak jalan-jalan, walau nggak doyan makan. Alhasil, sepulang mudik, Gia makin kurus. Ahuauauauuaa. 

Saya dan suami sama-sama berpikiran kalau bawa anak itu nggak repot (sebenernya mendoktrin diri sendiri aja sih). Cumaaaaaaaa... dengan kondisi anaknya sekarang hobi lari-larian, nggak betah di stroller dan suka salaman sama semua orang, alamak! Nggak kebayang lagi deh. 

Eits, tapi kata siapa kita nggak berani uji nyali? 

Rencananya, akhir minggu ini kami bertiga mau piknik ke Jogja, sekalian menghadiri pernikahan sahabat saya. Well, udah dikasih seragam dari Juni moso nggak dateng juga? Hahahaha... 
Awalnya, kami ingin mengajak Gia naik kereta. Tapiiiii... dengan harga kereta yang beti sama pesawat, jadwal yang nggak cucok, dan waktu tempuh yang lebih lama, akhirnya kami memutuskan naik pesawat sahaja. 

Dan saya sangaaaaaattttt menantikan hari Jumat tiba. Yeay! Mommy and Gia goes plesiran once again!

Say whaaaaat? Hello picniiiccc!
To Travel or Not Travel, it's all in your hand. Nggak perlu nggresulo kalo nggak piknik :D

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...