Wednesday, December 2, 2015

She Can Walk! She Can Talk!

Sebagai ibu-ibu newbie, kemajuan sedikit aja dari anaknya akan membawa kebahagiaan luarrrr biasa. Apalagi hidup di jaman serba nyinyir, dimana anak kelihatan kurus sedikit langsung dikasih wejangan panjang lebar. Anaknya belum bisa berdiri sendiri, langsung dikasih alamat dukun pijat alternatif. Atau, anaknya belum bisa koprol kayang sikap lilin, disuruh ikut baby gym :p
Minimal, membandingkan atau membanggakan anak sendiri di depan orang lahh..

Pernah merasa seperti itu? Atau pernah melakukan hal serupa? Hehehe..
Saya mungkin pernah, walau nggak berasa dan nggak berniat seperti itu sih. Ibu mana sih yang nggak mau berbagi cerita? Syukurnya, saya selalu punya peer group yang senasib sepenanggungan, dan bisa diajak berbagi. Bahkan, saya punya geng SMA yang punya anak dengan usia berdekatan. Group hugs banget, bisa banyaaaaaakkkk cari info dan berbagi info sama teman yang nggak akan nyinyir dengerin kita ngomong apa (mostly, karena kita nyinyir bareng).

Eniweiiiii, saya mendapat wangsit untuk tulisan ini ketika mengamati Gia tidur dengan pulas, setelah saya mandikan jam setengah 8 malam tadi dengan Johnson's Baby Bedtime Bath *saya sensor soalnya nggak diendorse, hahah*, yang direkomendasikan salah satu ibu di salah satu forum, untuk membuat anak tidur nyaman dan nyenyak semalaman. Tapi jangan percaya, Gia udah bangun 3x sejak saya tidurin tadi. Jadi, gimana anaknya aja. Eits, nggak boleh nyinyirin saya!

Anak saya, usianya menginjak 15 bulan di Desember ini. Seperti anak seusia dia (kebanyakan), dia udah bisa jalan, bahkan berlari kalau mengejar saya, mulai berbicara dengan makna (seperti ayah, ibu, uti, keluar, buah, pus, bebek, kuda, sepeda, nenek, ikan), dan mengerti berbagai instruksi (mayaaaan, bisa mempekerjakan anak di bawah umur). WHAT AN ACHIEVEMENT! Hehehe...

Maklum, emak-emak lebay. Tapi memang menyenangkan melihat bayi yang awalnya nggak bisa apa-apa itu, kemudian bisa melakukan sesuatu yang bisa kita pahami. Anak saya, entah umum atau tidak, sekarang juga hobi roll ke depan. Iya, koprol beneran. Selain menari, tentunya. 
Sebagai ibu yang sok ngerti, saya pikir dia punya minat ke bidang seni dan olah tubuh, sepertinya. Huahauauauaua..

Seperti yang sempurna ya kehidupan. Eh, jangan sedih, Gia nggak doyan makan kok. Itu satu-satunya yang bikin saya stress. Soalnya, berat badan dia lagi-lagi ada di bawah garis batas pertumbuhan, walau tingginya maksimal. Lha anaknya nggak doyan makan kok. 

Pernah sekali waktu saya datang ke salah satu dokter yang terkenal bagus, yang ada saya malah dimarah-marahi karena pertumbuhan Gia dianggap lamban. Alhasil saya disuruh tes kandungan zat besi untuk Gia dan BELAJAR merawat anak. Saat itu juga saya memantapkan dalam hati, nggak akan ke dokter itu lagi. Karena, selain dia menyakiti hati saya (ciee, anaknya drama), dia tidak paham kalau anak saya memang udah turunannya nggak doyan makan kaya bapaknya *i curse you for that, hubby*

Well, hasil tes Gia memang kekurangan zat besi banyak. Apa mau dikata? Anaknya nggak doyan makan sangat. Sekarang, saya beri beberapa suplemen dan yaaa dia agak mau makan lah. Tapi, apapun itu, saya bersyukur anak saya bisa berkembang normal dan tampak baik bila dibandingkan anak seusianya. Dan lagi-lagi, Mom knows best. Saya yakin anak saya baik-baik saja, dan dia tumbuh sempurna!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...