Saturday, September 12, 2015

Banyak Mau

Bukan, bukan bayi saya yang banyak mau. Tapi saya yang memang suka kelebihan energi dan imajinasi, hingga ingin ini ingin itu banyak sekali. Hehehe...

Dan saya sering bertanya-tanya, apakah orang lain, apakah orang lain punya buanyak keinginan seperti saya juga ya?

Jaman kecil dulu, saya bercita-cita menjadi pramugari. Bertahun-tahun keinginan itu saya simpan, hingga akhirnya saya mencoba tes pramugari (ada di post saya yang lampauuuu sekali). Hasilnya, gagal. Tapi saya puasss setidaknya pernah mencoba menjalani keinginan saya itu :D

Kemudian, saya ingin menjadi pekerja dunia hiburan. Dan ada kesempatan mencoba pada saat itu, untuk menjadi...reporter dan produser di radio. Berbekal hasil belajar di satu tempat kursus broadcasting dan nekad sekarung, saya tes lah di dua radio di Bandung. Hasilnya, gagal juga lah. Huahahahaha... Tapi saya cukup senang sih, jadi tahu bagaimana rasanya berjuang mencari pekerjaan sejak kuliah. 

Selepas kuliah, saya jadi intern kemudian pekerja kontrak di salah satu lembaga non profit dunia. Dengan embel-embel menjadi pekerja kemanusiaan, saya merasa sangat ikhlas bekerja bahkan tanpa digaji. Sumpah! Sejak saat itu, saya terus mencari kesempatan untuk menjadi orang yang berguna melalui lembaga non profit, atau komunitas kemanusiaan.

Sekali waktu, saya pernah ingin menjadi wanita karir yang modern, dengan setelan rapi dan sepatu jinjit lebih dari lima senti. Checked, pernah. Tapi, jalan saya untuk mencapai cita-cita itu juga ndak mudah sama sekali. Saya pernah menjalani tes bertahap di lebih dari lima perusahaan, dan mungkin lebih dari sepuluh sesi wawancara dilalui sebelum akhirnya tiba di satu perusahaan produsen minuman ringan itu. 

Sejujurnya, obsesi saya dulu adalah bekerja di perusahaan rokok. Eits, jangan sedih, saya pernah juga dong tes di dua perusahaan besar. Bahkan ada yang ikut dua kali tes di satu perusahaan, sebelum lulus dan setelah lulus, dan mencapai tahap akhir sebelum kemudian programnya dihentikan sementara. Tetoootttt... Di dua perusahaan besar itu, endingnya adalah menggantung. Ibarat pacaran, kemudian akhirnya jalan masing-masing tanpa ada kata-kata putus. 

Setelah saya bekerja, pernah juga kok wawancara kembali untuk di perusahaan rokok besar itu. Hehehehe... Tapi sayangnya fokus saya sudah berubah, dan sudah tidak terlalu tertarik dengan rokok dan sejenisnya. Jadi, setelah dua kali mendapat penawaran untuk diproses kembali, saya mengundurkan diri. Akhirnya saya bisa jumawa, semacam balas dendam jaman dulu digantungin. Huahahahaha...

Btw, selama kerja di beberapa perusahaan, nggak ada sih yang mengharuskan saya untuk mengenakan setelan rapi. Pakai kemeja dan celana jeans, plus flat shoes sudah cukup. Jadi, mungkin saatnya saya coba kerja di perusahaan dengan blazer bla bla bla ya? Hikikik...

Oke lanjut. 

Lama sebelum bekerja, saya pernah ingin menjadi wirausahawati. Jaman dulu, diawali dengan berjualan kecil-kecilan, saya menerima pesanan Macaroni Schotel dan Kentang Panggang. Wah, dulu sehari berjualan 20 pcs aja sudah bahagia bukan kepalang. Tapi, akhirnya berhenti karena saya bekerja kantoran. 

Yaa sambil ngantor, masih nyambi sih, jualan online ini itu segala ada. Hahahahaha... 
Pada dasarnya, saya yang banyak mau, jadi disalurkan saja keinginannya untuk dijual. Hahahahaha... Good idea!

Setelah menikah, kemudian hamil dan mengalami komplikasi, fokus saya berubah. Keinginan saya pun berubah. Ingin jadi Ibu Rumah Tangga yang mendalami dunia handycraft. Kebetulan Ibu saya memang sudah berjualan handycraft sejak dulu, namun sekarang absen karena tangannya tidak mampu berproduksi lagi. Awalnyaaaa niatnya mau melanjutkan usaha Ibu, tapi urung ah. Pokoke panjang alasannya. 

Nah, setelah nggak ngantor, saya jadi pekerja lepasan atau bahasa kerennya: Freelancer. Disini saya senang sekali, karena bisa kerja dari mana saja (kasur, meja kerja, ruang tamu, ruang makan, rumah kakak, cafe) dan waktunya disesuaikan dengan availability saya, asal bisa memenuhi deadline. Wah, I feel like finally found a home. Sampai saat ini, saya masih menjalani profesi seperti ini, dan menemui klien yang berbeda-beda, and I'm still loving it! Saya dengan bangga menyatakan bahwa saya berprofesi sebagai Professional Freelancer. Another point, checked 

Tapi, namanya manusia selalu merasa ada yang kurang ya. Saya masih penasaran dengan keinginan saya membuka usaha resto atau cafe. Nggak mimpi untuk sesuatu yang besar dan mendunia, sih. Hanya ingin punya tempat nongkrong bareng temen-temen, dan lebih bagus kalau bisa menghasilkan, tho? Untuk yang satu ini selalu ada ganjalan, mostly dari Ibu saya dengan alasan ini itu yang membuat saya selalu urung. Hingga akhirnya tercetus ide: Aha! Saya jualan makanan online aja deh. 

Singkat cerita, berjualanlah saya makanan sehat secara online. Berangkat dari pengalaman pribadi, lalu disambut oleh sahabat-sahabat dekat hingga akhirnya merembet ke lingkungan dunia maya yang lebih luas. Oh, I'm happy! Sampai saat ini, profesi chef ala kadarnya masih saya jalani. Dengan pengiriman yang sudah berlipat dari jumlah order awal, namun masih terbatas karena nggak ada tenaga untuk ambil lebih banyak dulu saat ini. But I have a dream that one day this business will grow bigger, more people having us, and more people working for us. That's the biggest dream. 

Kemudian, saya berpikir, apakah saya salah menjalani karir di awal? Hahahahaha... 
Beberapa orang yang berubah haluan di awal 30an mengatakan bahwa, banyak yang memang salah menjalani karir di awal karena berbagai alasan. Tapi, tampaknya sih saya nggak termasuk kaum yang salah. Hanya memang saya banyak mau dan tidak fokus ke satu titik. Karena saya diberi Tuhan kemampuan untuk fokus ke berbagai titik hahahahaha... *alasan dombret*

Akhirnya, saya tahu apa cita-cita saya yang paling ultimate! Saya ingin menjadi orang yang berguna dan membantu orang lain. Saya ingin memberdayakan lebih banyak orang, dan membuka lapangan pekerjaan di era yang tampaknya semakin kompetitif ini. Kalau saya kerja kantoran, saya bisa memberi pekerjaan pada orang-orang yang membutuhkan dan kompeten, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kalau saya usaha sendiri, saya bisa memberi pekerjaan pada siapa saja yang saya butuhkan dan sesuai kebutuhan saya juga. It will still be good either way.

Sekarang saya yang banyak mau, jadi mau banyak. Saya mau banyak orang yang bisa bekerja, berpenghasilan lebih baik, dan lebih berbahagia!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...