Saturday, September 19, 2015

A Year After...

Setiap kali mendengar kata "Setahun", biasanya akan terlintas pemikiran bahwa periode itu dirasa cukup lama, panjang, penuh penantian. Tapi, kalau dibandingkan dengan periode cicilan mobil, cicilan rumah, dan cicilan lainnya, mungkin akan terasa pendek ya :D

Anyway, saya nggak akan membahas mengenai cicil mencicil kok. Karena sudah cukup membuat hidup ruwet, hahaha... Tapi, saya lebih tertarik membahas setahun setelah operasi caesar yang saya jalani. 

WHAT? I GAVE BIRTH A YEAR AGO???

Yes, to be exact, 14 September 2014 pukul 17.27. How can I remember it clearly?
Because I was awake during in the operating theater, watching a scary yet exciting movie about a baby's birth from Mommy's tummy, without knowing any danger that happened-at least that time. 

TIME DOES FLIIIEEESSS!

Dulu membayangkan akan merayakan satu tahun ulang tahun Agira, rasanya lamaaaa banget. Sampai saya berniat membuatkan ornamen dekorasi pesta, berasa masih terlalu lama hingga akhirnya ultahnya sudah terlewat dan belum ada ornamen yang dibuat. Well, pesta ulang tahunnya toh masih direncakan akan dilakukan minggu depan kok. Hahaha... (alasan!)

Saya hampir nggak sadar sudah melakukan apa saja, dan apa saja yang terjadi dalam setahun ini, karena hampir semua yang terjadi dalam hidup saya seperti berada dalam Auto-Mode. Bangun, Menyusui, Ke Dapur, Uprek sana sini, Menyusui lagi, Mandi, Tidur Siang, Belanja, Buka Laptop, daaaaannn begitu seterusnya. Badan saya ada di rumah hampir 90%, tapi pikiran dan jiwa saya entah kemana-mana. Hampir nggak ngeh kalau ada bayi yang sedang bertumbuh dan mengalami perkembangan setiap harinya...

...sampai saya membaca satu puisi, yang intinya untuk Slow Down, Mommy

Ya, saya begitu sibuk dan berusaha keras untuk mencapai kehidupan yang lebih baik (menurut saya), hingga akhirnya lupa untuk lebih banyak bermain, dan tidak terlalu memikirkan bisnis dan pekerjaan. What did I chase? Position? Aboslutely no. Self Actualization? Well, might be yes might be no. Money? Money cannot buy time, and cannot always buy happiness. Eventho my happiness sometimes comes from some nice foods which can be bought with money. 

Badan saya di rumah, tapi saya seringkali terlalu sibuk di dapur, kemudian setelahnya sibuk memikirkan kiriman paket yang kadang bermasalah, kemudian lanjut fokus ke gadget untuk mengurus orderan dan berbagai pertanyaan yang muncul, kemudian mempersiapkan orderan untuk hari berikutnya dan seterusnyaaa. Belum lagi kalau ada pekerjaan sebagai HR yang mengharuskan saya ke kantor, atau online, atau menyelesaikan pekerjaan di depan laptop yang membutuhkan fokus total. Anaknya jadi pekerjaan sampingan, which totally wrong *sad*.

Setahun berlalu, tapi rasanya saya masih belum puas bermain dengan Agira. Saya merasa dia terlalu banyak menjadi bayi yang dipaksa lebih dewasa untuk memahami kesibukan Ibunya, dibandingkan saya yang memahami kebutuhan dia. Oh girl, you are actually growing so well. 

Dia nggak rewel, kecuali kalau butuh ASI langsung dari saya. Dia suka ikut saya kemana saja, dan tampak menikmati sekali! Padahal, seringkali saya membawa dia untuk urusan bisnis kesana kemari. 
Giginya sudah tumbuh 6 buah, 4 di atas dan 2 di bawah. Dia sudah suka sekali makan lauk orang dewasa (tongseng, rawon, gulai, dan TAHU adalah favoritnya). Dia sangat ceria, murah senyum dan sangat cerdas. Semua yang diajarkan akan sangat diserap dan diterapkan. Oh baby, I need to spend more time with you!

Setelah setahun, Mommy's gonna slowing down with her own ambition, and putting you first
Actually, the itch on my post-op scar keeps reminding me this whole week. Yes, I'm gonna pay more attention and spend more time with you - completely. 

Sepertinya sudah saatnya saya merekrut admin untuk akun bisnis, dan merekrut juru masak yang bisa melakukan sesuai kebutuhan ya. Any idea?

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...