Thursday, August 6, 2015

Problematika #11876: Nggak Punya ART (lagi)

Ternyata Allah begitu sayang sama saya yang setelah lebaran merasa perutnya melebar juga. Si mbak yang bantu-bantu saya untuk urusan dapur dan cucian kembali menghilang! Tanpa pamit dan permisi, beliau lenyap seketika dan nggak muncul lagi ke rumah. Kami justru mengetahui niatnya untuk nggak kembali ke rumah dari Bibi yang kerja di rumah kakak saya (well, jalurnya agak complicated).

Yah anyway, saya Mbak-less lagi dan back to kerja rodiiii!

Untung nggak untung, pesanana catering belum sebanyak kemarin-kemarin (mungkin masih suasana lebaran dan halal bihalal yaaa) dan kalaupun ada pesanan partai besar, masih bisa dipegang sendiri (atau membajak tenaga Bibi-nya si kakak dan Ibu-Ibu tetangga rumah). Saya mungkin cuma satu dari keseribulimaratusenampulihlimabelas Ibu-Ibu yang merasakan hal yang sama.

Kakak-kakak sepupu saya, misalnya, sangat sangat galau akan ketidakhadiran si Mbaknya yang juga berhenti bekerja setelah lebaran, dan belum dapat pengganti. Sementara, mereka harus bekerja. Saya masih lebih leluasa, karena masih lebih banyak aktivitas di rumah dan masih ada Ibu saya. Hehehe...

Saya lagi-lagi ingat problematika WM vs SAHM, atau masalah titip menitip anak pada orang tua. Kondisi sekarang ini, yang sedang krisis pasca lebaran, bakal cocok banget untuk diserang dengan berbagai debat kusir semacam itu. Saya yang tadinya sempat ketawa-ketawa aja, sebel, lalu kembali nggak peduli dengan perdebatan semacam itu. Hidup orang yang terserah gimana orang itu aja lah, nggak usah repot-repot ngurusin. Hidup sendiri aja udah repot. Hahaha...

Jadi kenapa si Mbak nggak mau kembali? Katanya sih nggak tahan sama Ibu Suri. Hahaha... Yah, mau berapa banyak korban lagi yang berjatuhan karena Ibu Suri yang mulia? Ndak tahu lah. Mudah-mudahan setelah saya pindah ke rumah sendiri (AMIN YA ALLAH), problematika ini dapat teratasi.

Well, selalu ada harga yang dibayar untuk semua hal. Ada mbak, hidup tentram bahagia damai, tapi uang jajan hura-hura berkurang dan perut melebar (karena bisa makan tenang). Nggak ada mbak, bisa olahraga murah meriah singset kenceng, tapi tampilan acak-acakan dan juga selalu ada bagian rumah yang acak-acakan. Hahaha... Kalo nggak kasur, kamar mandi, mainan bayi, cucian, adaaaaa aja.

Rutinitas mulia saya setiap Weekday jadi: Catering, Beberes, Ngurus Gia, Nyuci, Tidur, Mandi sesempetnya, dan menyusui anytime anywhere. As a reward, Gia makin nempel sama ibunya dan hepi-hepi terus setiap hari. Oh, lovely.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...