Sunday, March 29, 2015

Sleep, Baby, Sleep.

Yang mengatakan orang tidur pulas itu “Sleep like a Baby” pasti belum pernah punya bayi. Ya, memang wajah bayi yang tidur pulas itu lucu. Tapi, interval yang pendek-pendek membuat tidur bayi itu bukan sesuatu yang menenangkan, lho. Hehe…

Gia tidur dalam interval yang pendek-pendek. Hanya sekitar dua jam, kemudian bangun, dan seterusnya. Di awal hidupnya, Gia tidur agak panjang hanya di siang hari, sekitar tiga-empat jam. Itulah saat dimana saya ikut tidur dan benar-benar beristirahat karena malam hari harus begadang.

Bersyukurlah kalau punya suami yang bisa diajak begadang. Kalau tidak, ya terpaksa dijalani sendiri lah yaaaa. Pahalanya silakan diambil sendiri semuanyaaa…

Makin besar, Gia makin jarang tidur! Bahkan, malam juga masih sering terbangun. Apalagi kalau tidak menempel pada Ibunya. Walah, bisa makin jarang tidur dia!

Pengalaman teman-teman saya beragam sih, ada yang bayinya sudah tidur pulas semalaman, dan ada yang masih bangun juga sampai setahunan lebih. Saya pasrah. Terserah Gia mau bagaimana, dan saya juga tidak melatih Gia untuk hidup lebih teratur. Wong Ibunya saja tidak ada yang teratur kok *curhat*.

Di bulan-bulan pertama, saya dengan bangga menyatakan bahwa Gia tidak mudah terganggu dengan apapun yang terjadi di saat dia tidur. Kalau tidur ya tidur aja, nggak peduli apakah sedang ramai atau sepi. Bahkan pernah saya berusaha membangunkan Gia yang sedang terlelap, tapi nggak berhasil. Saya pikir anak ini kalau tidur akan “kebo” terus menerus. Ternyata, semakin beranjak dewasa, semakin dia mudah terganggu akan apapun. Jadi, kalau Gia tidur, saya akan bergerak dengan sangat halus dan berusaha tidak membuat suara atau gerakan yang mengganggunya. Karena, kalau Gia bangun kan saya juga yang repot :D

Tapi, sejak awal kelahiran Gia, satu hal yang tidak pernah berubah (mungkin belum, tapi sepertinya tidak akan berubah sih). Wajahnya saat tidur sangat menggemaskan. Gia bukan bayi yang gemuk berisi dengan pipi seperti bakpao isi ayam yang siap dilahap. Tapi, setiap dia tidur, entah mengapa sepertinya lemak berkumpul di wilayah pipi dan membuatnya semakin menggembung. Sangat menggoda untuk digigit.

Atau, kalau Gia tidur dengan posisi miring, maka bibirnya akan membentuk segitiga sembarang yang justru membuatnya tampak lebih imut.

Hal lainnya, mata! Saya sangat suka melihat mata Gia dengan bulu matanya yang tebal namun kurang lentik. Tinggal dijepit dan diberi mascara, pasti nanti dia akan lebih cantik. Kalau kata orang Jawa, menik-menik.

Jari jemari, tangan, kaki, kepala. Ah, sepertinya semua Ibu akan memperhatikan detail anaknya saat tidur. Dan hal itu sungguh menenangkan. Sama sekali tidak ada beban dalam hidup bayi, saat ia tidur. Kalaupun ada saatnya Gia mengigau, atau menangis dalam mimpi, biasanya hanya terjadi sesaat. Dan saat itu terjadi, saya malah merasa geli. Apa sih yang ada dalam mimpi bayi, ya?


Eh, saya memperhatikan setiap Gia menjelang tidur, selalu ada fase dimana ia akan senyam senyum, lalu bola mata memutar, kemudian bibirnya merengut, dan tertidur pulas! Kalau anak kamu gimana?

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...