Saturday, March 28, 2015

Bayi Jatuh itu Biasa. Pake Banget

Memasuki usia empat sampai lima bulanan, banyak kerabat yang bertanya, “Udah pernah jatuh belum si Gia?”. Jawabannya: Sudah. Sejak dia dua bulan lewat beberapa minggu karena dia sudah bisa muter-muter sendiri.

Saya memang melepas pagar box bayi, untuk memudahkan kalau Gia bangun malam dan ingin menyusu. Supaya saya leluasa mengambil dan meletakkan kembali tanpa harus beranjak dari kasur. Jadi, posisi box itu menempel pada kasur saya, dan sejajar. Nah, saat kejadian pertama Gia jatuh dari box, saya sedang di dapur dan Ayahnya sedang di depan TV main komputer. Sungguh menyebalkan, karena Ayahnya menyalahkan saya yang tidak menempelkan box Gia pada kasur dan bla bla bla.

Sungguh, itu adalah peristiwa alam dan bukan salah siapa-siapa. Dan percayalah kalau setiap bayi memiliki malaikat pelindung yang akan melindunginya dari apa pun termasuk jatuh dari tempat tidur.

Beruntung, Gia hanya mengalami benjol ringan tanpa perlu perawatan. Saya juga nggak membawa Gia ke Dokter, karena katanya kalau nggak demam atau muntah, atau rewel, ya nggak masalah. Syukurlah semua tidak dialami Gia. Anaknya masih cerah ceria dan keesokan harinya sudah tertawa-tawa riang *siul*. Tapi perlu dicatat, Ibu yang normal pasti akan merasa perutnya naik sampai ke jantung dan tenggorokannya tercekat melihat hal ini. Berikutnya, air mata menggenang dan muncullah sungai kecil karena khawatir pada si malaikat kecil.

Setelah Gia mulai bisa duduk, tentu banyak momen dimana dia berusaha bangun, lalu jatuh tertidur dan sebagainya. Mulai lah keadaan dimana ia jatuh dan kepentok mainan yang agak keras. Biasanya hanya kaget sebentar, atau bahkan cuek lanjut bermain. Sekali lagi, Ibunya lebih khawatir dan deg-degan.

Momen kejatuhan Gia berikutnya adalah saat berusia enam bulan. Dia biasa duduk di car seat tanpa dipasangi sabuk pengaman. Biasanya sih aman. Sekali lagi, biasanya.

Akan tetapi, selalu ada hari tidak biasa, dimana Ibu pergi berdua dengan Gia, lalu Gia asik bermain plastik pembungkus pospak, kemudian plastik jatuh ke jok di samping dan Gia ingin meraihnya kembali. Alhasil, Gia yang sudah sangat aktif mengejar plastik hingga akhirnya ia terperosok ke jok di bawah dengan kondisi kepala di bawah dan pantat menungging.

Ibu yang kaget menoleh ke belakang dan ada jeda beberapa detik untuk Ibu memahami bahwa Gia sudah jatuh dan perlu dibantu. Dan dibantu serangan panik sesaat, Ibu yang sedang mengantri lampu merah tidak mengubah transmisi otomatis ke posisi P, melainkan masih di D, dan akhirnya menabrak kendaraan di depannya.

Oke, anak benjol, nangis, mobil tetangga ringsek. Sudah jatuh tertimpa tangga.

Tambahan: saat tanggal tua, dan Ayah gajian masih lama. Terima kasih Tuhan, sudah memberikan cobaan yang berharga untuk kami.

Saya mungkin tidak akan ekstra hati-hati kalau tidak ada kejadian tersebut. Saya mungkin akan cuek membiarkan Gia duduk di car seat tanpa sabuk pengaman kalau belum mengalami hal tersebut. Syukurlah kali ini Gia juga tidak mengalami hal-hal yang berarti. Dia masih sangat ceria saat menjumpai mall setelah kejadian tersebut, dan masih menyusu kemudian tidur dengan nyenyak. Hanya ada benjol dan goresan sedikit yang mewarnai, mengingatkan Ibunya untuk lebih hati-hati.


Penting banget untuk Ibu-Ibu, agar tidak panik menghadapi kejadian apa pun pada anaknya. Walaupun serangan panik sesaat itu wajar siiiihhhh… Yang penting, siap dengan segala konsekuensi dan dana darurat seandainya, harus membayar ganti rugi kerusakan mobil tetangga :D

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...