Saturday, August 2, 2014

Kualat sama Obgyn

Ceritanya saya kualat, setelah kemarin sok PD bilang nggak usah ke Obgyn dulu. Alhasil, pagi ini saya menyambangi Obgyn tercinta, yang Alhamdulillah nggak antri dan santaaaiiiii banget.

Kenapa saya mendadak kesana?

Jadi, kalau cerita kaki bengkak yaudahlah ya. Saya masih menganggap itu agak wajar, walau sebenarnya nggak juga sih melihat reaksi teman-teman saya yang melihat bentuknya (sampai dibilang guling berjari -___-). Tapi, kemarin kaki bengkak saya bertambah besar dan nggak kempes-kempes walau sudah diangkat (biasanya sih masih kembali agak normal). Walau begitu, nggak membuat saya panik dan masih PD abis jalan-jalan belanja kebutuhan si Kakak.

Pagi hari tadi, ketika Sholat Subuh, saya merasa ada yang janggal pada wilayah muka saya. BIBIR SAYA BENGKAK! Hahahaha... Kebayang lagi sholat, tapi pikirannya membayangkan si bibir udah mblendung dan jadi kaya Donal Bebek. Setelah selesai sholatnya, langsung saya ngaca di kamar mandi. Hwaaa... bibir saya jadi ala Angelina Jolie. Tapi, sepertinya nggak cuma bibir. Ada bagian wajah lain yang juga tampak membengkak. Barulah saya agak mikir, jangan-jangan ini beneran pre-eklampsia :(

Karenaaaa... beberapa bulan yang lalu saya memang sudah memeriksa darah dan ada pengentalan disana. Sehingga, saya perlu minum obat pengencer darah supaya asupan gizi ke janinnya lebih lancar. Eniwei, saya anaknya agak bandel dan males sama yang namanya rutinitas. Jadi, obat itu kadang diminum kadang engga, begitu pula dengan vitamin lainnya. Begitu kejadian bengkak ini, jadi agak menyesal dan takutnya memang efek karena saya nggak rajin minum obat.

Akhirnya, rencana berenang pagi ini ditunda. Saya ke dokter aja deh pagi-pagi. Harus tau dulu kenapa, baru nanti bisa tenang.

Alhamdulillah tensi saya normal banget, 110/70. Jadi, dengan keadaan bengkak dimana-mana ini dokter masih belum yakin apa yang terjadi dengan saya. Ketika di-usg, si Kakak sempat kedip-kedip beberapa kali (this time I'm sure she will look like me, hehe). Semua sih masih normal, tapiiiii ada beberapa catatan yang harus saya perhatikan (dan lakukan).

  1. Air ketuban saya pas-pasan. Nggak kurang, tapi terlalu ngepas. Jadi, saya harus banyak minum air - ada juga teman yang menganjurkan saya minum air kelapa dan susu. 

    In fact: saya memang sangat tidak rajin minum air sejak hamil, sering muntah, dan juga suka merasa agak dehidrasi. OKEEE IBU AKAN RAJIN, NAK!!!
  2. Detak jantung bayi masih di batas aman, tapi cenderung rendah dan mendekati ambang batas bawah (FR 124, batas bawah 120). Sama dokter disuruh tidur miring ke-kiri.

    In fact: saya tidurnya suka kemana-mana. Tapi karena tangan selalu sakit setiap tidur miring kanan-kiri, jadi suka terlentang. Ah, sudahlah, nanti saya tidur miring kiri terus aja.
  3. Berat badan bayi di usia kandungan 33 masuk 34w baru 2 kilo. Seharusnya sih udah 2 koma sekian. Dibandingkan kenaikan berat badan saya yang emm... 6 atau 8 kilo dalam satu bulan, ini sangat kecil. Jadiiii, saya harus periksa ini itu dulu.
  4. Tali pusar aman! Nggak ada lilitan. Horeee, kakak mainnya pinter :)
Yah, setelah ini sih saya harus cek ulang darah rutin, urine (untuk kemungkinan pre-eklampsia), dan gula darah. Takutnya, saya menderita kelainan gula karena berat badan naiknya kebanyakan (tapi saya nggak merasa, sungguh). Mudah-mudahan semua akan baik-baik saja, dan rencana melahirkan normal tetap on-track yaaa.

Salam sayang dari si Kakak yang selalu sibuk setiap Ibunya di depan laptop.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...