Tuesday, April 15, 2014

Story of 2nd Trimester

Duh, sepertinya kegembiraan menyambut datangnya si kakak bayi yang masih dalam perut ini nggak habis-habis ya. Dan cerita kehamilan selalu jadi menariiiik sekali saat ini. Saya merasa sangat beruntung karena di saat yang bersamaan, beberapa sahabat saya juga hamil. Bahkan, ada sepupu saya yang kebetulan suaminya dokter kandungan (ganteng loh), hamil juga! Jadilah kita suka saling berbagi cerita dan berbagi tips. Horeee!

Kalau kisah trimester pertama saya, emm... yah semua yang dialami wanita hamil pada umumnya juga saya alami lah. Mulai dari mual, muntah, pusing, lemes, sampai keluar flek pun ada. Ibu dan mertua saya pernah bilang, 3-4 bulan pertama mereka sama sekali nggak bisa bangun karena lemes. Bahkan, ibu mertua saya sampai pernah blackout dan pingsan di pasar! Oalah...

Dan tahukah kamu, kalau apa yang dialami ibu-ibu kita katanya akan mirip dengan apa yang kita alami. Saya sih Alhamdulillah masih bisa bangun, tapi ternyata dipaksa oleh Tuhan untuk istirahat juga. Jadi sami mawon...

Nah, masuk trimester kedua yang katanya "masa honeymoon" buat ibu hamil, ternyata kan saya justru mengalami pendarahan, bed rest dan segala paksaan untuk anteng lainnya. Okelah, untuk itu. Tapi, di sisi lain, napsu makan kan sudah enak. Segala bisa saya makan kecuali sayuran, karena entah mengapa sejak hamil saya susah banget mengunyah dan menelan sayur. Padahal sebelum hamil saya paling doyan makan sayuran, loh! Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan sayur ini saya buatlah jus sayuran, hehe.. Sama aja kan nutrisinyaa?

Selain napsu makan, saya juga merasa lebih mudah tidur sekarang. Lebih nyenyak, walau bangun pagi jadi selalu lebih awal. Baguslah, supaya si kakak bayi nanti terbiasa bangun pagi ya, Nak. 
Kecemasan-kecemasan ala ibu hamil yang sering muncul di awal kehamilan juga sudah memudar. Saya sih merasanya saat ini lebih happy, lebih santai, dan lebih sayang sama semuanya. 

Di sisi lain, ada sih kemunculan-kemunculan baru yang khas. Seperti kaki saya mulai sering kram. 
Kalau saya salah posisi kaki (agak menggantung, atau lama tertindih sesuatu), maka dapat dipastikan setelahnya otot betis akan terasa agak kaku. Sampai saat ini belum pernah kaku sampai nggak bisa digerakkan sih, tapi yaa cukup membuat saya berhati-hati. 

Gerakan bayi di perut juga mulai terasa. Walau masih kedut-kedut lucu, tapi cukup membuat kegirangan. 
Si kakak ini kan super aktif tiap di usg, dan membuat saya bertanya-tanya kenapa saya belum terlalu merasakan gerakannya. Yah, mungkin karena perut ibunya masih luas untuk dia bergerak, jadi saya masih belum terlalu merasa ya :D

buat sushi dengan beras merah sebagai usaha makan sayur (dan untuk menu catering)

Oh, baby bump di bulan ke-4 sudah membesar. Masuk bulan ke-5 makin besar dan keras. Suami saya sekarang juga jadi lebih suka elus-elus perut dan cium perut sebelum berangkat kerja. Hehe...
Tapi, saya masih penasaran gimana caranya membangun sense of fatherhood untuk suami saya. Soalnya, diajak ngobrol sama bayinya belum mau. Dipikirnya aneh kali ya. Hahahahaha...

Eh, saya juga masih agak-agak jarang ngobrol sama perut nih. Soalnya bingung, mau ngomong apa. 
Palingan kalo mau pergi kemana saya ngasih tau aja, "Kak, kita mau kesini, kesana.." atau kalo ayahnya mau kerja suka saya beritahu juga. Selain itu masih jarang sih. Ada saran kah ngobrol apa saya perut ini? 


Cheers, 
Rani

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...