Thursday, January 16, 2014

The New Year's Gift

8 Januari 2014
Pagi ini saya terlambat ke kantor. Awal tahun, bukannya makin rajin tapi kok malah makin sering telat.
Habis mau gimana, tiap bangun pagi bawaannya pusing, atau lemas, atau mual. Tampaknya efek begadang akhir tahun berujung tidak baik, nih.
9 Januari 2014
Saya (hampir) selalu ingat, setidaknya menyadari akan siklus bulanan saya.
Hari ini, seharusnya sudah ada tanda-tanda tamu bulanan mau datang. Tapi, masih belum juga nih.
Pinggang sih sudah pegal-pegal, mungkin besok atau lusa lah. Sempat terpikir mau coba uji kehamilan di rumah, tapi toh beberapa hari yang lalu baru coba dan masih selalu negatif hasilnya. Daripada kecewa dan rugi, lebih baik tunggu saja lah.
10 Januari 2014
Wah, masih belum datang juga tamu bulanan. Saya kabari suami, dan dia bilang tunggu sampai Senin saja supaya yakin.
Saya masih agak nurut, tapi sepulang kantor saya sempatkan mampir ke apotik untuk beli alat uji kehamilan.
11 Januari 2014
Bangun tidur untuk solat Subuh. Masih teringat mimpi semalam, saya coba uji kehamilan dan hasilnya positif.
Alhasil, bangun tidur pagi itu saya lakukan uji kehamilan kesekian kalinya.
Sepuluh detik dicelupkan dalam urine, perlahan area hasil menampilkan satu garis. Hampir kecewa, saya lanjutkan menghitung dalam hati sampai detik ke 20, 21, dan perlahan ada garis sama ke-2 yang muncul. Mulai berdebar, saya selesaikan hitungan sampai genap 30, lalu meletakkan alat uji tersebut di bidang datar.
Alhamdulillah, setelah sekitar 1 menit, garis kedua yang samar mulai jelas. Saya tinggalkan untuk solat, lalu kembali lagi setelahnya dan mendapatkan dua garis merah yang jelas. Subhanallah, akhirnya saya hamil juga!
Saya bangunkan suami untuk solat, dan bilang "temenin ke dokter yuk, hun. Kayanya aku hamil beneran deh."
Suami saya sih gayanya cuek2 senang ya, nggak tau mungkin dalam hati senang sekali :)
Akhirnya, saya putuskan untuk ke dokter kandungan sore hari, karena saya ingin bertemu dokter yang perempuan.
Cek pertama saya lakukan dengan dr Ika Sri Purnamaningsih SpOG di RS Asri Duren Tiga. Alasannya, karena saya nyaman dengan RS tersebut dan dokter perempuannya hanya beliau. Sempat cek referensi dr Ika, hasilnya oke.
Ketika bertemu dokter pertama kalinya, beliau langsung melakukan usg dalam. Karena, janinnya masih terlalu kecil untuk dilihat dari luar.
Waaah, di dalam perut saya ada benda bulat berukuran 4mm :)
Halo, kak. Yang sehat ya di perut Ibu...
13 Januari 2014
Suami saya berulah. Mendadak dia tidak mau liburan bersama. Padahal, sebelumnya kami sudah sepakat untuk liburan akhir bulan ini sebagai hadiah kehamilan saya. Alasannya, karena dia tidak mau saya terlalu lelah.
15 Januari 2014
Bangun tidur, saya menemukan flek di celana. Duh, kak kamu kenapa?
Flek yang saya temukan persis seperti kedatangan tamu bulanan di hari pertama. Agak panik dan penasaran, saya minta diantarkan ke dokter oleh suami.
Tapi, dengan santainya dia bilang besok atau Sabtu saja ke dokternya.
Waduh, saya yang jadi nggak tenang. Karena, dr Ika sempat berpesan, kalau sampai ada flek langsung periksa saja.
Eh, siang-siangan suami saya kirim pesan singkat, minta saya buat janji ke dokter sore hari nanti. Karena, walaupun flek itu bisa jadi wajar, tapi bisa jadi oula sebagai tanda keguguran di awal kehamilan :(
Saya seketika menyesal karena kemarin seenaknya saja jalan-jalan seperti belum hamil.
Janji temu dengan dokter jam 6, hanya ada dr Ari Waluyo SpOG. Sempat cari referensi, hasilnya oke juga.
Dr Ari terkenal di RS Asih juga. Mudah-mudahan oke, karena saya agak kurang nyaman dengan dokter laki-laki. Tapi demi si kakak, nggak papa lah.
Sesampai di RS, dokternya terlambat. Mau makan, mendadak mual hebat.
Sekitar jam 8, baru saya masuk ruang konsultasi. Dr Ari ramah sekali, dan membuat nyaman untuk konsultasi.
Ketika saya informasikan mengenai keadaan saya, beliau menampakkan ekspresi kecewa. Katanya, sayang sekali kalau sampai keluaf flek, karena bisa jadi tanda awal keguguran. Tapi, baiknya dicek dan diobservasi dulu saja.
Ketika di-usg (kali ini dari luar, dan sepertinya dr Ari memang lebih suka dengan usg luar), tampak kantung rahim dan isi janin sebesar 9mm.
Wah, kamu tumbuh 5mm kak. Pasti karena ibu pintar makannya ya :)
Menurut dr Ari, keadaannya masih bagus, masih tumbuh. Tapi masih harus dilakukan observasi 2 minggu lagi untuk benar-benar memastikan janinnya berkembang. Bismillah ya Kak, yang kuat ya Kak...
Kemudian saya diberi suntikan penguat janin, dan 2 macam obat lainnya. Mudah-mudahan membantu saya dan si kakak lebih kuat.
16 Januari 2014
Saya dianjurkan bed rest sampai hari Sabtu. Tapi dasar saya, masih niat kerja dari rumah dan naik-turun tangga.
Dan flek pun muncul kembali. Huhuhu semoga kakak baik-baik saja disana yaa..
Kalau begini, saya bawaannya ingin berhenti bekerja deh, hehe.
Semoga anakku kuat di dalam perut ya :)
Bagaimanapun, Ibu bahagia sekali punya kamu di dalam perut, Kak..

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...