Thursday, April 4, 2013

PMS

Kadang saya merasa sangat bersyukur sebagai perempuan yang punya masa PMS atau Pre Menstrual Syndrome, karena biasanya saya jadi sangat kreatif dan imajinatif. Termasuk dalam mengarang kisah hidup, baik yang tahap normal maupun yang berlebihan. Tentu saja lebih sering yang berlebihan =)))

Untungnya, kreativitas saya itu dapat diimbangi dengan kebutuhan saya untuk membuat tulisan, atau mengarang konsep pekerjaan (cuma mengarang loh ya...). Sialnya, ketika kreativitas itu menjadi lebih personal, yang ada saya nangis bombay aja sendiri. Kalau engga yaaaa...seluruh dunia yang harus menanggung akibatnya.

PMS ini juga membuat saya makin akrab dengan lingkungan sosial, dan di waktu yang sama menjadi musuh bagi yang lain. Sebagai contoh, ketika PMS biasanya napsu makan saya juga meningkat drastis, semua bawaannya ingin dimakan termasuk meja dan kursi kantor. Nah, teman-teman saya yang budiman nggak tega kalau kantor kami kehilangan meja dan kursinya, hingga biasanya mereka akan mengajukan pernyataan (bukan pertanyaan, karena saya pasti setuju) seperti ini: "Hari ini kita makan enak, yuk!"
Dan dengan sepiring dosa berlemak memberikan kebahagiaan sekaligus keakraban sosial bagi saya. 

Tapi, di lain pihak, saya yang biasanya masih punya toleransi cukup tinggi terhadap segala-gala hal yang janggal, jadi sangat tidak toleran. Misalnya, ketika teman saya Ricci yang duduk tepat di depan saya datang ke kantor dan tidak menggunakan gel rambut, maka saya akan merasa sangat terganggu dan mengutuk dalam hati: "Idih, si Acong jelek banget sih. Udah macam bintang K-Pop gagal aja." Dan segala hal yang dilakukan Ricci akan menjadi salah salah dan salah. Begitu juga dengan pacar-pacar saya yang jumlahnya ratusan itu, kalau saya PMS mendadak mereka jadi salah semua sampai akhirnya saya nggak punya pacar lagi =))))

Okay, PMS memang berat untuk perempuan di mana pun. Dan perempuan di mana pun akan jadi super sensitif saat masa PMS ini hadir. Hanya saja, ada yang sadar dan ada yang tidak. Saya sendiri termasuk yang sadar, tapi selalu tidak dapat membendung pemikiran-pemikiran super sensitif yang hadir saat masa ini tiba. Seperti tadi pagi, ketika lagu di radio mengingatkan saya akan suatu hal, hingga akhirnya saya jadi berpikir ke seribu hal yang lain. Saran aja sih, kalau yang perempuan lagi PMS, jangan mengambil keputusan apapun. Daripada nyesel. 

Yang laki-laki, kalau perempuannya lagi PMS, mbok ya agak perhatian sedikit gitu. Seperti memberikan kartu atm-nya dengan sukarela atau minimal mijetin punggung :D

(tertanda: penulis yang lagi PMS)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...