Sunday, November 11, 2012

sesuatu yang tertunda

Lagi, ternyata alam semesta belum mau melepaskan bayangan kamu. Terbayang garis wajah usil, dan penuh kebahagiaan ketika kamu mengirimkan selembar kertas berisikan gambar berwarna merah hati itu. Aku, kamu, dan segala yang menjadi simbol kita.

Tapi itu pun dulu, dan semu. Bahkan, merpati pos pun tak mampu mengirimkan kebahagiaanmu itu kepadaku. Kamu dengan imajinasimu, dan aku dengan bayanganku. Mau di ladang ilalang pun kita tidak pernah bertemu.

Tanpa yakin hati bahkan pernah saling terpaut, mungkin saat itu mereka hanya sedang saling berpapasan, bersalaman, kemudian melanjutkan perjalanannya masing-masing.

Bahkan seuntai kata rindu tidak membuat rindu itu terasa. Sepertinya aku lupa untuk menyudahinya, atau bahkan enggan?
Tapi untuk apa memaksakan sesuatu yang memang semu?

Pada akhirnya kita hanya akan saling berkedip, dan menyadari bahwa saatnya telah tiba. Saat waktu sudah bukan milik kita berdua.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...