Thursday, November 8, 2012

Her thought

Apakah kamu pernah membayangkan, sedang melalui jalan yang sama dengan siapapun dia pasangan masa depanmu? Aku, sangat sering. Bahkan, seringkali aku berkhayal (bahkan berharap) dia ada di dalam mobil di sampingku, dan kita saling menyapa.

Tunggu. Pasangan masa depan? Apakah kamu sudah yakin? Hmmm... Aku rasa terlalu cepat untuk menyebutnya demikian. Jatuh hati pun belum tentu, apalagi membayangkan bagaimana perasaan dia padaku. Ah, namanya juga masih dalam bayangan. Selama berkhayal belum diminta bayarannya, silakan dilanjut.

Aku merasa bahwa kita sering berada di titik yang sama, namun tidak saling mengenal. Aku tahu beberapa sejarah hidupmu, dan membayangkan dimana aku saat itu. Hey! Aku juga berada di tempatmu!

Mungkin hanya aku yang tahu, bahwa kita menyusuri aspal dan trotoar yang sama, berhenti di perempatan yang sama, dan menghitung angka di lampu merah yang sama. Kita juga melihat pemandangan yang sama dan menertawakan hal yang sama. Begitu banyak persamaan di antara kita, sehingga aku begitu yakin suatu saat kita akan menjalankan hidup bersama.

Tapi, ketika aku melihat hujan, ternyata kamu tidak. Dan ketika aku merasakan dinginnya angin malam, kamu juga tidak. Ternyata bukan kamu.

Maka, aku mulai berpikir bahwa kita sering bertemu di suatu titik, berpapasan, dan saling meninggalkan. Kita berjalan berlawanan arah tanpa henti hingga akhirnya hanya punggung kita yang saling bertatapan.

Maka, aku tidak lagi mengkhayalkan kita melihat, merasa dan berada di tempat yang sama. Aku mulai merelakan kamu, dan melambaikan salam perpisahan dengan bayanganmu. Kita akan menjalani masa depan bersama, dengan ruang dan warna yang berbeda.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...