Tuesday, November 1, 2011

Jembatan Anak Bangsa

 Seharusnya saya sudah menuliskan mengenai hal ini sejak seminggu yang lalu. Tapi, apa daya saya terlalu malas menarikan jari jemari di atas tuts keyboard, dan mensinkronisasi dengan otak.

Saat ini, gerakan "Jembatan Anak Bangsa" ini sudah menjadi hits (kata anak-anak muda masa kini). Saya sendiri merinding terharu melihat hits-nya gerakan ini. Wong awalnya saja hanya berawal dari spontanitas komunitas group Blackberry Messenger kok, tau-taunya bisa menggemparkan dunia gini. 



Awal cerita, foto ini diposting oleh salah satu anggota grup BBM bernama Pak Wahyo pada 25 Oktober 2011. Dengan caption "Mau sekolah...nyawa taruhannya... (ada lanjutannya)", ternyata sangat menggugah perasaan para anggota grup lainnya. Singkat kata, secara spontan Bung Rene, Bung Gabriel dan Bung Audi menggerakkan tim kecil dari grup untuk mulai kampanye "kecil-kecilan" via twitter, BBM, dll. Sembari berjalan, validasi foto dan lokasi dilakukan, serta donasi juga mulai terkumpul. Pokoknya segala yang bisa dilakukan, lakukanlah. 

Sangat hebat memang, dengan mengandalkan media sosial yang beragam, gerakan #JembatanAnakBangsa (tagar yang digunakan untuk gerakan ini via Twitter) langsung menjadi sorotan dimana-mana. Niat awal yang hanya untuk membangun jembatan, terasa sayang melihat animo masyarakat yang sedemikian pedulinya akan nasib sesama. Plus, #JembatanAnakBangsa terlalu bagus untuk sekedar menjadi one hits wonder saja.

Oleh karena itu, pada malam pertemuan pertama tim kecil #JembatanAnakBangsa, diputuskanlah bahwa kegiatan ini akan berkesinambungan dengan fokus pada pendidikan dan kesejahteraan anak-anak. 

Banyak sekali pertanyaan yang muncul, seperti kenapa harus jembatan? Kenapa harus anak-anak? Kenapa dunia pendidikan? 

Saya, sebagai saya pribadi, menganggap bahwa kebetulan pada saat ini #JembatanAnakBangsa tergugah untuk membantu anak-anak dan dunia pendidikan. Toh, memang pemicu awalnya adalah dari foto anak-anak yang akan berangkat ke sekolah, melalui jembatan tali baja tersebut. 
Tidak menutup kemungkinan kalau tim ini, atau bagian dari tim ini, melakukan gerakan sosial untuk hal-hal lainnya. Membantu sesama itu indah, kan?

Dan IMHO, mengapa anak-anak? Karena menurut saya anak-anak adalah masa depan bangsa ini. Negara ini kelak ada di tangan mereka. Dan akan lebih mudah mempersiapkan pemimpin masa depan, dengan merawatnya sejak dini. Merawat disini ya salah satunya adalah, memberikan pendidikan yang lebih baik dan kehidupan yang layak.

Saya sangat berpendapat bahwa anak-anak seharusnya hidup dalam kebahagiaan. Mereka lahir di dunia bukan untuk disengsarakan. Dan kita punya kewajiban untuk membantu mereka menjadi bahagia.
Toh, manusia hidup untuk manusia lainnya kan? Kalau hidup untuk enak sendiri, waah...sepertinya bakal  mati gaya dan mati kesepian yah.

Bahagia sekali, akhirnya saya dapat melakukan suatu hal yang selalu ingin saya lakukan. 

Saat ini, gerakan #JembatanAnakBangsa ini makin kuat dengan dukungan berbagai pihak. Masyarakat luas sudah makin mencurahkan perhatian dan tenaganya. Terbukti, dengan akan diadakannya event fund raising yang melibatkan Mbak Sekar Sosronegoro (@sosronegoro) sebagai koordinator event dan puluhan volunteer yang ingin turut serta mewujudkan hidup yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. 

Tak lupa, warga negara Indonesia di Singapura yang juga akan membuat acara fund raising untuk gerakan ini. Lainnya? Masih ada warga negara Indonesia di Australia dan Amerika yang mengirimkan donasinya langsung ke akun BCA no 7310163591 atas nama Dwirani RH. I'm speechless...

Di lain pihak, ada pula tim web developer dan juga tim survey lapangan yang akan membawa para spesialis di bidangnya ke Desa Cicaringin, Lebak, Banten. Setelahnya, tentu mereka yang akan menjadi ahli pengadaan jembatan dan infrastruktur sekolah disana. Dilengkapi dengan keterampilan guru yang memadai, semoga saja anak-anak di desa tersebut dapat mengenyam pendidikan yang layak.
Tentu kami sangat mengharapkan keberhasilan kegiatan ini, karena kelak ini akan menjadi "template" untuk daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Alhamdulillah, negeri ini masih peduli terhadap sesamanya. Rasa kemanusiaan ternyata belum punah dari bumi Indonesia. Gerakan ini adalah bukti nyatanya. #JembatanAnakBangsa bukan milik saya, Rene, Gabriel, Audi, Pak Wahyo, Sekar, atau pihak manapun. Gerakan ini milik semua yang peduli akan masa depan anak-anak Indonesia.

Dan terakhir, saya yakin bahwa setiap manusia memiliki jiwa malaikat dalam diri mereka. 
Let's make this world a better place!

#JembatanAnakBangsa @JembatanBangsa

-@dwirani-

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...