Tuesday, October 4, 2011

Kehidupan yang Lain


Kesannya kaya udah mau menemui ajal dan dibangkitkan kembali ga sih? Hehe...
Padahal maksud sayah ga kaya gituh loh. Maksud sayah teh, cuma mau bilang, kalo sayah nggak cuma punya satu jenis kehidupan di dunia ini. Ada beberapa kehidupan, berikut peran yang saya jalankan. Satu-satu kita telusuri ya, walaupun nggak menarik tapi sayah maksa pokoknya harus dibaca! 

Awal mulayanya saya kepikiran ini karena banyaknya teman, kolega, sahabat dan saudara yang mengeluh. Kok hidup gw gini amat sih? Kok kerjaan gw kaya begini sih? Kok ini? Kok itu? Coba kalo dulu gw bla bla bla. Harusnya gw kan bla bla bla. Dan banyak bla bla bla lainnya *cape*.

Saya nggak munafik deh, ada kalanya saya kalah sama pemikiran egois si otak entah kanan atau kiri, yang menginginkan hidup lebih nyaman. Contohnya, saya nggak mau kerja. Tapi mau hidup enak! *siapa yang engga?*
Atau kadang saya menyalahkan pihak-pihak tertentu yang nggak memperbolehkan saya berwirausaha, sehingga saya terpaksa jadi karyawan macam gini. Tapi, kalo saya nggak begini juga belum tentu hidup saya bisa bener, kan?

Lagi-lagi semua hanya ada dalam kepala kita sendiri.

Balik lagi, karena banyaknya keinginan dalam hidup itu, maka jadi banyak peran yang saya jalankan. Selain sebagai anak, pacar, adik, kakak, karyawati kece, dan manusia luar biasa tentunya. 
Toh, Tuhan sendiri tidak pernah membatasi saya harus jadi satu jenis saja *bukan jenis kelamin yeee....*

Makanya itu makanya, maka *ini sengaja* saya yang memang banci tampil ini jadi MAU menjadi apa aja *apa sih*.
Dengan bangga saya mengatakan bahwa saya punya banyak kehidupan di dunia ini. Saya nggak mau jadi katak dalam tempurung yang cuma tau satu jenis kehidupan, misalnya cuma tau dunia hidup saya itu sebagai karyawan, pekerja bayaran. Jadi, saya nggak harus mengeluh tentang kehidupan itu terus menerus, karena ada kehidupan lain yang bisa saya keluhkan. Hahahahaha...

Serius but true, dengan punya kehidupan yang lain di luar kehidupan rutin pada umumnya akan menjadikan kita merasa bahwa diri kita lebih berguna dan lebih berharga :)
Saya yang sebagai musisi akan berbeda dengan saya sebagai pelukis *ini serius* *tapi ngayal*. Atau, saya sebagai koki akan berbeda dengan saya sebagai pedagang! Yeah!

Saran saya, untuk semua yang merasa bahwa menjalani kehidupan yang "salah", cobalah untuk mencari kehidupan yang lain. Jangan banyak mengeluh, tapi jalankan saja apa yang memang sudah harus dijalani, sembari menjalankan kehidupan yang lain.
Nggak ada waktu? Itu klasik. Sebenernya tergantung pandangan kita sih. Once in a time, bisa menjalankan beberapa kehidupan yang berbeda. Contohnya, sambil kerja, during lunctime, saya menjadi penulis. Bisa kan? Hehe... 

Saya juga sering kerja pas wiken, tapi saya juga cari waktu lain untuk mengganti waktu itu dengan waktu pribadi saya. Kerja waktu wiken? Coba komunikasi sama atasan, atau sama tim konsultan karir di kantor (beberapa kantor sudah punya). Jelaskan bahwa anda keberatan dengan pekerjaan semacam ini. Atau, bila memang tidak memungkinkan, berikan performance paling prima, sehingga anda akan mudah dipromosikan dan mampu mengontrol waktu kerja anda sendiri :D
 
Dan saran terakhir, jangan gunakan waktu libur atau bebas anda untuk menemui rekan kerja. Hidup itu luas, teman itu banyak. Nggak harus sama satu jenis kelompok aja :D

Again, it's IMHO.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...