Monday, July 4, 2011

Lokasi yang akrab: LIFT!

Sebenernya saya nggak gitu suka naik lift, soalnya suka merasa kalau di dalamnya itu segala penyakit bisa menyebar. Lihat aja, mana ada ventilasi udara dalam lift? Belum lagi kalau ada yang batuk-batuk, atau sekedar kentut. Hahaha...kalau sudah begitu pasti saya tahan nafas. Nggak tau kenapa, tapi saya selalu menahan nafas setiap hal semacam ini terjadi (kadang kalau melewati pasar juga saya lakukan). Dalam benak saya, kalau udara itu terhirup, maka saya akan tertular! Hahaha... Ketularan bau kali yee...

Saya jadi kepikiran, sebenernya lift itu adalah lokasi silaturahmi yang paling mumpuni. Kalau sedang peak hour, mau sepenuh apapun pasti orang rela untuk mengantri. Saya yang berkantor di lantai 4 pun rela mengantri, hahaa... Padahal naik tangga adalah salah satu alternatif olahraga yang paling mudah ya :D
Kalau udah di dalem lift, berdirinya sampai nempel dengan tetangga. Kalau ada yang ngobrol, satu lift pasti tahu. Kalau ada hal-hal yang lucu, paling penumpang lainnya hanya lihat-lihatan.

Paling nyebelin sekaligus lucu adalah kalo ada penumpang lift yang teleponan, lalu dia teriak-teriak: "Haah? Apaaa? Nggak dengeer! Saya lagi di lift!". Biasanya saya akan keingetan suatu adegan di film Andai Dia Tahu, Rachel Maryam bilang ke Marcell: "Sejak kapan di lift ada sinyal handphone?"

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...