Thursday, January 27, 2011

Menjadi Tetua

Saya mau mengaku dosa dulu deh, terakhir menulis disini adalah pada 25 Desember 2010. Sudah setahun yang lalu, hehe... Sekarang 27 Januari 2011.

Yah, masa-masa peralihan tahun pun belum sempat saya laporkan. Bahkan, foto-foto liburan juga belum ditransfer ke laptop. Semua karena saya jadi babu perusahaan yang tidak mampu mengatur waktu kerja dan waktu untuk bersenang-senang, hehe...
Sekedar membela diri, setiap akhir minggu pun tiada waktu untuk bersantai. Setelah tahun baruan di Bali, minggu berikutnya saya ada acara nikahan di Karawang dan Bekasi, lalu minggu depannya ada nikahan di Madiun via Surabaya, hingga minggu kemarin nikahan (LAGI DAN LAGI) di Bandung.

Dan sekedar membela diri lagi, waktu istirahat di malam hari sepertinya lebih berharga untuk sekedar menonton televisi, lalu tidur sesegera mungkin. Waktu luang di jam kerja? Ohoho...jangan harap banyak waktu seperti saat ini *in the middle of mengerjakan sesuatu yang lain*
Walaupun saya sangat sangat sangat membutuhkan refreshing dengan sekedar membuka dan menulis blog, atau posting sesuatu di Kaskus, atau berjualan online, ternyata otak saya tak cukup kuat untuk memikirkan jari jemari ini mau digerakkan kemana.

Ehem...

Tumben sekali yah pekerjaan saya demikian sibuk dan stresnya.
Ya, saya diterjunkan ke lapangan kerja yang baru, dengan info seadanya dan saya dilepaskan! Bagai Tarzan dari hutan rimba, disuruh jalan-jalan ke Jakarta. Bisa-bisa gila dia. Nah, saya sih nggak sampai gila, hanya mengurus dan susut sedikit saja ini badan. 3 kilo dalam dua minggu, cukup oke kan?

Sejak tanggal 10 Januari 2011, saya mulai terjun ke lapangan sebagai "calon" Headmaster Graduate Trainee Program batch 9. Ya, program yang sama dengan yang saya ikuti tahun lalu. Bedanya, dulu saya hanya peserta yang hah hoh saja di kelas, kalau bosan bisa tidur. Sekarang saya jadi orang yang menangani kebutuhan para peserta yang hah hoh itu, mengamati perilaku dan kepribadian mereka, mengenal lebih dekat, hingga akhirnya nanti bisa memberikan penilaian pada mereka. Fyuh...

Kerja yang sebenarnya berat, serius, dan harus mampu bersikap "tua" bahkan bagi mereka yang jauh lebih tua daripada saya. Memusingkan, dan banyak tekanan dari sana sini. Kalau saya bisa menangis, mungkin saya sudah menangis di minggu ke dua yang cukup berat seberat beban angkat besi 50 kg.
Tapi, kalau semua pada akhirnya bisa ditangani, ada kelegaan yang luar biasa. Terlebih, bila semua berjaln dengan lancar dan siap sedia, rasanya senang dan excited untuk bertemu 73 manusia baru (emm...let's count to 71) yang tentu berbeda.

"Jadi GTP Headmaster mah enak, cuma mantau aja, anak-anaknya yang kerja."
Kalau ada yang bilang seperti itu, akan saya lempari dengan batu sebesar kepala bayi.

Nggak gampang sama sekali. Semua pertanyaan akan berujung pada saya, baik dari GTP maupun dari para karyawan yang ingin tahu. Segala urusan kehidupan mereka pun akan kita tangani, selama mereka belum "dewasa". Juga, menerima complain dan memastikan para GTP mengikuti anjuran yang diberikan. Fyuh...
Ga cuma makan hati dan otak, makan jantung sekalian. Plus plus plus lagi, ketika menemui manusia-manusia anomali yang main perintah, atau bersikap tidak peduli hanya karena usia saya yang masih 17 tahun ini *boong dikit gapapa*

Perlakuan yang "sesuka aja lah" saya terima dari pihak atas, bawah, kanan, dan kiri. Ada yang main perintah, merasa "sok kenal" padahal "siapa lo?", sampai yang penjilat juga ada. Berita positif, negatif, semua harus bisa disikapi dengan dewasa.

Teriak. Teriak. Teriak!!!

Saya sih yakin kalau selalu ada yin dan yang. Kalau saya stress, akan selalu ada hal yang menjadikannya bahagia. Kalau setelah semua masalah teratasi, biasa aja deh yah. Tapi, ketika saya bertemu dengan kelompok2 baru yang menyenangkan, dan mampu membuat hidup saya lebih kaya. Oooo saya senang sekali. Lebih dari bersyukur, saya justru ingin terus mendampingi rekan-rekan "anak-anak" saya sampai merea sukses. Saya juga jadi ingin jadi trainer saja...

Satu hal yang saya tahu saat ini, saya bekerja bukan demi recognition siapa pun, tapi saya hanya ingin ke-73 orang ini lulus dan menjadi karyawan CCAI seutuhnya. Mudah-mudahan, Amiiinnn...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...