Thursday, November 11, 2010

Wisata Keakraban di Pondok Indah

Ada suatu hal yang sangat saya sukai dari perjalanan menuju kantor.

Jadi, begini ceritanya. Saya biasa mencoba jalan-jalan di pedalaman komplek Pondok Indah, demi menuju Mal Pondok Indah tanpa harus berhimpitan dan mengantri panjang di jalan raya-nya. Bahkan, di Jalan Kartika Utama-nya.

Lalu, setelah beberapa kali percobaan, saya menemukan shortcut yang paling menyenangkan. Melalui Jalan Alam something gitu. Di antara perumahan elite dan mobil-mobil mewah yang berjejer, saya hampir tidak merasakan aura kesombongan disana. Bahkan, suasana kekeluargaan dan akrab sangat terasa (padahal saya di dalam mobil, lho). Satu lorong panjang itu, di pagi hari, berjejer manusia-manusia biasa yang saling menyapa, bersenda gurau, dan beraktivitas pagi.

Ada dua orang asisten rumah tangga (atau perawat) yang selalu mendorong kursi roda seorang perempuan tua yang sepertinya mengalami stroke. Setiap pagi, mereka mengajak si oma itu berjalan menyusuri lorong perumahan mereka. Awal-awal saya bersua dengan mereka, si oma hanya duduk diam. Beberapa hari kemudian, si oma masih duduk di kursi roda, tapi sudah tampak lebih aktif. Ia menggerak-gerakkan tangannya. Tampaknya ia mencoba melatih saraf yang masih hidup, agar lekas bugar kembali.
Kedua asistennya?
Saya yakin sekali mereka akan bertambah sehat setiap harinya. Apalagi kalau mereka tulus ikhlas dan tidak mengeluh. Mungkin, selain sehat, bugar, langsing, juga pahala yang berlimpah akan mereka dapatkan. Amiiin…

Selain itu, di kanan kiri yang berjejer mobil-mobil mewah, tidak terasa aura kesombongan.
Kenapa? Karena selalu ada supir-supir (atau tukang kebun) berpakaian ala kadarnya, dengan kaos singlet dan celana panjang, mencuci mobil-mobil tersebut.
Tak jarang, sesekali para majikannya juga berada di luar mengobrol dengan mereka. Atau sekedar menyapa seusai jogging di pagi hari.

Maju sedikit lagi, berjejer tukang sayur dengan gerobak dorong. Hampir setiap beberapa puluh meter, ada tukang sayur yang berbeda. Dan semua berbagi rejeki pagi, karena hampir selalu ada asisten-asisten rumah tangga disana yang mengerubunginya. Oia, ibu-ibu yang kebetulan sedang berolahraga pagi juga suka mampir ke gerobak sayur yang ada di sekitar mereka, dan berbelanja dengan akrab.

Ada satu gerobak yang selalu menarik perhatian. Penjualnya menyediakan kain terpal, dan meletakannya di pinggir (hampir tengah) jalan. Dan beberapa asisten rumah tangga selalu duduk berkumpul disana. Entah apa yang mereka bicarakan, namun semua tampak akrab dan bahagia. Setidaknya, pagi hari mereka menyenangkan, dan ramah…

Wisata keakraban pagi saya berakhir di ujung lorong jalan, dan kembali pada rutinitas kerja yang juga tak
kalah berwarnanya. Selamat beraktivitas semuanya!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...