Friday, November 26, 2010

si dia yang sangat mengganggu

Tangan jahil yang tidak bisa diam terus mengorek-ngorek kulit keras yang ada di bawah jempol kaki itu. Tidak jelas apa yang dicari, yang penting ada kulit yang terkelupas. Ketika sudah terasa sakit, dihentikan, untuk dilanjutkan di waktu lain.

Mencari tahu apa namanya, ternyata itulah dia si mata ikan.
Sontak terkejut saya membaca penjelasannya. Bukan main-main, pederitanya banyak dan dapat berulang. Hiyhh jijik!

Ketika itu, mata ikan yang bercokol di jempol kaki kanan saya (telapak) masih sangat kecil. Hanya setitik seperti jerawat. Awalnya, karena maish tidak tahu apa-apa, saya kopek-kopek itu mata ikan. Ketika sampai pada lapisan kulit bawah, kok tidak terlihat mata yang coklatnya itu dimana, ya?

Beberapa hari setelahnya, saya merasa si fisheye (sebutan saya agar terdengar lebih keren) makin besar dan makin sakit. Mengganggu lah, ada yang ganjel2 gitu di kaki.
Saya cari informasi, dan akhirnya mendapat pencerahan dari teman saya si Pepy dan juga pacar saya si Ido kalau obat yang mujarab adaah plester dengan obat merah di tengahnya. Kata mereka, lama-lama itu si mata ikan kecabut sampe akar dan juga si mata ikanny bakal lumer karena obat.

Saya coba cari di toko-toko obat cina di sekitaran Jakarta Selatan. Lah, engga ada yang jual!
Akhirnya, karena sudah cukup mengganggu, saya beli aja itu Callusol atas informasi dari mbak-mbak penjual obat di Poins Square.
Saya oleskan setiap pagi-malam sesuai instruksi. Nggak pake lama, kulit kaki saya mengeras hingga kemudian mengelupas. Oia, di tengah-tengahnya itu keliatan jelaaaas sekali si mata yang hitam. Karena tangan yang geratil ini tidak sanggup menahan napsu mengelopek si mata ikan, akhirnya saya eksekusi juga dia sampe keliatan lapisan akhir yang tidak bisa dikelupas lagi. Keadaan masih menggembung sih si mata ikan, tapi hitam2 itu sudah hilang. Saya pikir di kemudian hari dia akan semakin mengecil. Nyatanya? NIHIL!

Hari berganti, saya menghentikan penggunaan obat, karena efek yang saya rasakan kok dia hanya merusak kulit, yah?

Saya diamkan, kok lam-lama jadi makin besar dan makin sakit yaaaaa? Ulalalaaaa...

Akhirnya, saya gugling lah itu si mata ikan. Informasi yang saya peroleh antara menjijikkan dan menyeramkan.Ternyata, ini bukan hanya kulit mati yang mengeras, tapi ada virus yang bercokol disana. Dan kata banyak orang di berbagai forum, pengobatannya sangat menyakitkan (apalagi kalau dengan operasi, bisa berkali-kali dan juga masih gagal). Virus yang ada disana adalah HPV, Human Papilo-something Virus. Kalo saya sih langsung menganalogikan dengan HIV hahahaha *salah ya bok?*

Setelah itu, saya berusaha mencongkel-congkel si mata ikan. Sumpah, saya baru benar-benar percaya kalo si mata ikan ini maha-dahsyat sehingga sekuat apapun saya menrik si mata ikan, akarnya tidak mampu saya tarik! Saya menyerah karena sakit, akhirnya saya bersihkan kembali dengan alkohol dan oleskan dengan Callusol lagi. Keesokan harinya, itu si mata ikan mengeluarkan serat-sera hitam. Ketika saya coba tarik, kayanya itu akar deeehhh... Sakit. Satu per-satu ketarik, trusssss keluar darah. MATEK.

Saya hentikan, saya gugling cari plester mata ikan dari cina itu.
Ketemu deh, lewat suatu online shop. Harganya emang lebih mahal, tapi yaaa engga sampe dua kali lipat kok. Setelah menunggu seharian, akhirnya si plester itu saya terima dengan baik di kantor.
Nggak pake nunggu lama, saya tempelkan itu plester di kaki saya daaannnn menunggu saatnya si mata ikan lepas dari kaki saya.

Semua, doakan saya!

2 comments:

  1. Ieeeeeeew.... jorok mbaeee! :))
    Oiya, semoga lekas sembuh!
    banyak doa aja...

    ReplyDelete
  2. hahaha iya nih, makanya jangan malas mencuci kaki dan menggosok gigi!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...