Thursday, November 11, 2010

siklus kehidupan yang bernama...LINGkARAN KEINGINAN HIDUP

Saya sangat percaya bahwa ada energi-energi yang dikeluarkan oleh tubuh dalam mereaksi otak. Atau, sebaliknya, otak memberikan reaksi atas apa yang dilakukan tubuh. Harusnya sih, mungkin ada nama teorinya ya? Teori rangsangan makhluk hidup gitu deh (awas, jangan ngeres). Cuma karena saya memang sangat payah dan ilmu belajar di bangku sekolah dan kuliah, apalagi menghapal teori dan terlebih pelajaran IPA, jadi saya minta maaf kalau belum bisa menemukan namanya (….)

Oke, balik lagi.

Saya sih bukan orang yang pinter dalam hal pengetahuan, tapi saya sangat percaya kalau ada kaitannya antara mimpi, keinginan, motivasi, hingga kenyataan. Kalau boleh saya buat bagannya, akan jadi seperti ini:





Siklus?

Ya. Ini siklus yang akan berputar.

Jadi, keadaannya akan seperti ini: Ketika ada sesuatu yang menarik perhatian, hingga terbawa-bawa ke alam bawah sadar. Maka itu kemudian akan menjadi keinginan. Keinginan tidak harus selalu sesuatu yang mudah diraih, lho. Emmm…contoh nyata keinginan saya saat ini adalah…membeli sebuah rumah dengan penghasilan saya sendiri (hmm…kalo nggak mampu, boleh dek bapak nambahin :p). Keinginan yang mendalam bereinkarnasi menjadi mimpi.

Mimpi buat saya, bukan sesuatu yang hanya indah sebagai bunga tidur. Atau semata-mata suatu hal yang diinginkan tapi tidak mungkin diraih. Karena, nggak ada hal yang nggak mungkin kan di dunia ini?
Mimpi ini, adalah suatu hal yang menimbulkan dorongan untuk menjadi sesuatu. Bahkan, terkadang karena mimpi ini, ada jalan yang terbuka. Atau kebalikannya, mata kita membuka jalan untuk meraihnya. Dorongan yang kuat untuk mewujudkan mimpi ini adalah si motivasi.

Kalo untuk saya, nggak perlu bayar motivator-motivator yang mahal, semata karena untuk menimbulkan kesadaran dalam diri. Nggak.

Kesadaran itu bisa muncul dari terbukanya mata dan hati kita terhadap realita. Dan memang saya akui, musti ada panggilan dari yang Maha Kuasa untuk hal ini. Maaf kalo jadi melenceng, kan bukan lagi ngomongin kesadaran, ya. Walaupun related banget siiih hahaha… Kalo kesadaran itu, bisa memunculkan jadi keinginan juga. Seperti, kalo lihat ada seseorang yang dermawaaaan banget. Bisa ngasih zakat kemana-mana, niscaya kita akan terbuka mata dan hatinya, ingin bisa seperti mereka juga. Makanya seketika kita ingin jadi orang yang banyak uang juga *mungkin yeee*…

Oke lanjut yaaaa…

Setelah muncul adanya motivasi, niscaya kita juga bisa jadi seseorang yang penuh kehendak dan bekerja keras demi mencapai keinginan yang mendalam itu. Motivasi bisa jadi ada dua, positif dan negative. Yaa…. Kalo dilihat dari namanya aja pasti juga udah bisa ketebak lah yaaa… gimana yang positif, dan gimana yang negative. Dan wanti-wanti saya mulai dari sekarang, lupakan saja segala hal yang berbau negative. Nggak ada untungnya. Malah akan merugikan di masa depan.

Si motivasi udah muncul, memberi kekuatan super yang bisa membangunkan energy-energi kehidupan mahadaya. Yaa…ibaratnya begini deh, kalo lagi jatuh cinta, pasti ada lah motivasi untuk terlihat menarik di depan orang yang dijatuhi cinta. Atau bahkan, ada deh usaha-usaha yang dilakukan supaya kejatuhcintaannya itu berhasil, dan dari itu terjadilah hal-hal yang mungkin sulit untuk dilakukan tanpa adanya motivasi yang kuat dalam diri. Saat itu, muncul kenyataan.

Kalo masih dengan ibarat jatuh cinta, kenyataan itu kemudian muncul ketika pada akhirnya cinta kita berbalas, atau ditolak. Sampai pada tahap ini paham semua? :D

Naaah…kenapa saya bilang ini siklus?

Namanya manusia kan nggak pernah puas ya bow. Kalo udah dapet yang satu, pasti akan punya keinginan-keinginan baru yang mengikutinya. Seperti, kalo cinta udah diterima, aka nada keinginan untuk mmpertahankannya, atau mengikatnya dalam tali pernikahan. Dan sebagainya.

Apapun itu, hidup memang penuh tantangan, kan?
SERUUUU! :D

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...