Sunday, November 28, 2010

n e k a d

As I told ya previously, ada seekor mata ikan yang tumbuh di bawah jempol kaki kanan saya, dan itu menggengges sekali. Setelah saya menggunakan plester mata ikan dengan bulatan merah di tengah itu, ternyata tidak cukup meredakan sakit yang saya rasakan.

Akhirnya, dengan berbekal cerita sukses dari berbagi manusia yang telah menggunakan si plester ini, saya memberanikan diri untuk membuka plester dan melakukan pelepasan akar si mata ikan.
Awalnya, saya nggak tahu musti melalui jalan yang mana. Ada yang bilang digosok pake batu apung dulu, saya ikutin. Lalu ada yang bilang dikelupas aja kulitnya sedikit demi sedikit sampe merah-merahnya hilang, saya lakukan juga. Sampaaaai kemudian memang terbentuk jalan bulat gitu. Alias, si mata ikan dan matanya berada di tengah-tengah bulatan dimana sisi-sisi kulit pinggirnya sudah putih semua. Sudah mati rasa...

Excited, saya lanjutkan lagi dengan membuka bulatan itu. Niat dan keberanian luhur sudah saya pertajam... Ketika membuka si akar ini, lah kok terasa perih? Harusnya kan kulitnya udah mati dan siap diangkat aja gitu kan? *kata cerita orang-orang yang udah sukses*

Hehe...terlihat goresan merah di sekitaran jalan menuju akar mata ikan. Waw, masih hidup ini mah kulitnya! Hehehe... 

Saya oleskan alkohol dengan maksud dan tujuan mulia lagi, yaitu mematikan rasa dan juga mensterilkan jalan terbukanya si akar mata ikan. Tapi masih nihil, dia nggak mati rasa juga. 
Akhirnya saya nyerah aja deh, soalnya si mata ikan yang masih nempel mulai keliatan lagi serabut-serabut akarnya. Juga, masih terasa perih. Hehehe... sepertinya obat belum meresap ke dalam nih. Yaudah, karena udah kebuka gitu, sekalian aja saya tempelin plester cina itu lagi. Biar dia meresap langsung ke akarnya. Mudah-mudahan dalam waktu 24 jam, si akar bisa lepas yaaaa...

Biarin deh bolong, gw ga peduli. Yang penting bebas dari si mata ikan! YEAY!

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...