Tuesday, November 16, 2010

malam ini, saya bersama orang-orang yang membuat saya nyaman

Pernah berada dalam suatu keadaan yang bila diam, ingin teriak. Dan bila teriak, ingin menangis?
Apa yang paling dibutuhkan pada saat itu? Teriak dan menangis. Lakukan sepuasnya, lalu tata kembali kehidupan dengan realistis.

Setelah itu, apa yang dibutuhkan lagi?
Kehidupan pribadi yang nyaman, dan sekumpulan teman yang membuat kita merasa sebagai diri kita seutuhnya. Mungkin ada yang menyebutnya sahabat, ada yang menyebutnya sebagai kerabat. Untuk saya, mereka penghangat, penyemangat.

Orang-orang yang selalu membebaskan diri saya menjadi siapa saya, dan mengingatkan saya akan bagaimana diri saya. Menerima saya apa adanya, bahkan menghalalkan cela yang ada dalam diri saya. 

Tadi malam saya bernyanyi sekencang-kencangnya, berteriak, dan menangis. 
Lalu saya bersua dengan sahabat-sahabat saya, yang entah bagaimana selalu muncul di saat saya butuh mereka. Bukannya saya hanya mencari di saat butuh, tapi memang mereka muncul di hadapan saya selalu ketika saya butuh. 

Dalam obrolan sesaat, meski tak bertatap mata, hanya lewat media. Saya menemukan kembali pemikiran realistis dan kehangatan persaudaraan. Mereka membangunkan sesuatu dalam diri saya yang mungkin kemarin tertidur.

Hanya teman. Tidak, lebih dari teman. 
Mereka sahabat.

2 comments:

  1. Jadi ingat, tadi hekal tanya. Mba Rani lagi knp, Res? :D
    Kamu baik2 saja?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...