Sunday, November 14, 2010

biarkan saya menjadi egois

Sepanjang perjalanan saya di hari Minggu ini, saya terpaku pada satu pemikiran. Apakah saya sudah cukup bahagia dengan hidup saya saat ini? Dengan segala yang saya miliki, saya rasakan, dan saya jalani?

Maafkan saya bila kali ini jawabannya ternyata tidak.
Saya tidak cukup bahagia dengan ketidakmampuan saya membuat diri saya dan diri orang lain bahagia. Dan yang terburuk, mengapa saya harus peduli akan kebahagiaan orang lain, sedangkan belum tentu orang lain mengusahakan kebahagiaan saya?

Mengapa saya cukup bodoh untuk menjalani sesuatu yang sesungguhnya lebih membahagiakan orang lain, sedangkan saya menjalaninya dengan segala pertanyaan, apakah ini benar untuk saya? 

Saya bukan seorang yang menyenangkan, dan dapat disenangi banyak orang.
Tapi saya juga sangat peka ketika orang lain tidak nyaman dengan saya. Dan saya sangat mengusahakan agar hal itu tidak terjadi. Mengapa tidak saya biarkan saja orang lain mengetahui bahwa saya juga tidak nyaman dengan mereka?

Saya juga seringkali meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Padahal, saya menyimpan kekesalan yang amat sangat. 
Mengapa saya harus melakukannya bila mereka akan merasa menang atas diri saya?

Mengalah, menjaga perasaan orang lain, dan berusaha membuat orang lain selalu bahagia membuat saya lelah.
Jiwa dan raga saya juga terkadang ingin menang. 

Ada kalanya saya berusaha memenangkan diri saya, tapi pada akhirnya saya mengalah kembali.
Entah untuk apa, entah untuk siapa. Dan sepertinya saat ini saya cukup lelah untuk mempertahankan sesuatu, membahagiakan seseorang, dan memperbaiki seseorang yang bahkan mungkin tidak peduli akan diri saya dan kebahagiaan saya.

Saya tahu dia akan membaca halaman ini, entah menyadarinya atau tidak.
Entah kapan itu, tapi biarkan manusia-manusia yang mudah-mudahan masih punya hati ini mengetahui bahwa saya marah. Saya sangat marah atas segala yang telah saya lakukan. Dan saya ingin memenangkan hati, perasaan, pemikiran, logika, dan kebahagiaan saya kali ini.

Walau mungkin hanya satu kali. Saya ingin menang.
Biarkan saya menjadi egois. Biarkan saya menjadi manusia biasa.

2 comments:

  1. jangan palsu. itu saja... :D *nyengir sotoy*

    ReplyDelete
  2. emm kayanya ada yang ngomong sambil ngaca? hahaha

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...