Tuesday, October 5, 2010

Give me a definition of Falling in Love, and I'll show you mine!

Saya dan dia. Yah, hanya ada satu atau beberapa pertemuan kecil yang hinggap. Ada sedikit lirikan mata yang bermain, tapi tidak pernah lebih. Tidak ada satu hal yang membuat kami saling tarik-menarik. Mungkin medan magnet yang berada di sekitar kami berlum diasah, sehingga sangat lemah. Hanya melalui tatapan mata saja.

Saya, dengan pacar-dua-tahun saya. Dan dia, dengan pacar-tiga-tahun dia. 

We were in love with another person that time. We shouldn't say that it's wrong. But it's just feels not right, for now. We have been in such uncomfortable situation previously, and we try to pretending as if we were okay. Then, we met.

Percakapan pertama yang terjad akibat permainan "truth or dare"antara saya dan teman-teman saya, yang ternyata berlanjut pada kenekatan dia untuk menghubungi saya. Dan semua berawal...
Sempurna? Tidak. Lancar saja? Jauh dari kata-kata itu.

Ternyata memang tidak mudah untuk mengenal seseorang yang baru setelah menjalani hubungan dengan orang lain selama beberapa tahun. Ada penyesuaian-penyesuaian di dalamnya. Belum lagi ada keterkaitan pihak ke dua, tiga, empat, sampai seribu yang mengakibatkan pasang-surut dalam hubungan pertemanan ini, yang cukup akrab.

Okay, Ido, kalau saya bilang saya tidak ingat bagaimana detail cerita pertemanan kita hingga saat ini, berarti saya bohong. Saya orang yang memiliki ingatan sangat kuat untuk hal-hal yang personal, atau hal-hal yang saya serap secara personal. Bahkan, saya bisa mengingat detail ceritanya. 
Kalau kamu percaya, berarti kamu kena tipu saya :p

We were only friend. Yeah, more than just friend, but a long-talk-time-friend.
From a single sms to a single call, to a long midnight call, then hundreds of sms and hundred nights of long-midnight-call. Have you ever realized how did we speaking on the phone for more than 5 hours??
yeah, thank God it's Esia, hehehe...

From a stranger to a best friend?

That's you and me. 
I will remember those 6-good-months. You heal mine, and wish that I could heal yours. From ears to ears, eyes to eyes, and heart to heart.
It's a bliss! We found each other...
Ow, I remember you sang a song to me. A song for me. 

Tapi, tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mempertahankan permainan perasaan. Hey, masih ada orang-orang yang dulu ada di sekitar kita disana. Mereka masih ingin turut serta dalam kebahagiaan kita. 
Akhir cerita, kamu bilang: saya sayang...tapi saya nggak butuh kamu...

Then, I just realized. Time would not only heal my broken legs and arms, but also heal my broken heart.
Furthermore, time would also broke something that it has heal. 
For me, every single sparkling tear indicated that I have fallen in love with the person I have a great 6-month-long-midnight-call.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...