Monday, October 4, 2010

good for you, might not good for me. or vice versa

Iri hati biasanya karena ada suatu hal yang diinginkan orang lain, tapi tidak kita miliki. Atau mungkin ingin kita miliki, tapi belum bisa atau apalah itu. Sesuatu yang tidak kita inginkan, tapi tampak bagus pada orang lain juga memungkinkan si iri ini untuk hadir. Hmmm... Susah. Itulah seni jadi manusia, musti pandai menahan si iri dengki dan sirik untuk tidak berloncatan keluar.

Wajar memang kalau rasa-rasa itu hadir. Toh, sebagai manusia, pasti kita juga ingin tampak bagus seperti hal yang kita iri-kan itu, kan?
Masalahnya, apakah si iri ini bisa memunculkan persaingan sehat, atau bahkan pertikaian yang pastinya tidak sehat? You decide!

Saya, sebagai manusia, sebagai perempuan, akan iri melihat perempuan lain yang bisa menggunakan berbagai jenis pakaian tanpa harus berpikir apakah pakaian ini pas di badannya. Atau apakah pakaian ini tidak terlalu KETAT di badannya, Problematika berat badan.

Atau, ketika seorang teman berjalan menggunakan sepatu yang tampak sangat pas di kakinya dan membuatnya terlihat lebih bergaya dan stylish. Yang ada di benak saya adalah, saya ingin juga terlihat bagus seperti dia. Yaaa..saya akui, kadang ada iri positif kadang ada iri negatif.

Diirikan oleh seseorang? Saya juga pernah merasakannya. Khayal sekali bila sebagai manusia saya tidak peka ketika ada seseorang yang iri. Iri positif? Hmmm...mungkin akan bangga. Iri negatif? Uuuuhhh...menjadi penyakit hati saja. Mengotor-ngotori jiwa, dan juga menghabiskan waktu saja.

Ada kalanya juga saya iri terhadap pacar-pacar teman-teman saya. Yang tampak asik bergaul di tempat-tempat gaul dan juga memegang pacul (maap, saya hanya berusaha membuatnya berima). Tapi, pada kenyataannya memang benar pepatah yang mengatakan: rumput tetangga akan selalu tampak lebih hijau.
Toh, saya nggak cocok dengan pacar-pacar yang seperti itu. Good for them, if it makes them happy. But not good for me, karena justru membuat saya canggung nggak jelas.

Yah, masing-masing sudah ada takarannya.

Sama halnya dengan makanan. Ketika saya sukaaaa sekali makan ESCARGOT alias BEKICOT, teman saya mati-matian menentang pendapat saya. Bahkan, ia bergidik ngeri dan tampak mual ketika saya bilang: "Ini kan eeenaaaaakkkkk :9."
Yah, good for me, not good for you.

this is the legendary delicious escargot. with herbs, garlic, an alotta olive oil :9
Intinya, urus saja urusanmu masing-masing!
Kalau nggak ada yang berbeda, nggak akan beragam hidup ini. Nggak akan sama rasanya :)

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...