Wednesday, July 21, 2010

ketika satu kaki pelangi lelah menumpu

dia yang indah di ujung langit.
jika hadir, beriak hatiku. dan biasanya dia hilang tanpa aku tahu

dia yang beraneka warna.
gemerlap cahayanya menyilaukan mata. namun aku selalu tersenyum melihatnya

aku tahu dia lelah, aku tahu dia jenuh
tapi dia senantiasa muncul, walau hanya dalam bayangan

memang aku yang selalu berharap. akan adanya dia dalam hariku
memang dia yang selalu mengalah. untuk muncul di hadapanku

kami, dua kaki pelangi.

sapa semua manusia di bumi
hiasi langit dengan senyum indah, kami melentur sempurna

aku ada, dia ada. memikul beban yang sama
walau kadang aku melemah, atau dia mengeluh

keadaan tidak pernah memaksa kami
memang kami ingin bersua dengan udara segar, sejenak setelah hujan membasahi

perlahan dia memudar
aku bertanya mengapa. dia hanya berpaling dan menghilang di udara

cahayanya tidak pernah memudar, namun ia muncul sesukanya
aku menyemangati, dia acuh
aku menyemangati, dia masih acuh
aku menyemangati kembali, dia tetap acuh
aku acuh, dia tidak menyadarinya

pelangi, pelangi
muncullah di hadapanku,
sapa anak kecil di suatu belahan bumi

maaf,
satu kaki pelangi lelah menumpu
biarkan yang satu muncul dengan kemampuannya
tapi satu kaki pelangi lelah menumpu

maaf,
satu kaki pelangi memutuskan untuk lebur dengan udara
dia lelah memuat aneka warna
dia berikan apa yang ada pada kaki lainnya
menjadikannya lebih beraneka warna

maaf,
satu kaki pelangi lelah menumpu
melebur dengan udara dan mengecewakanmu
biarkan satu kaki pelangi berdiri, dan tak peduli kaki lainnya telah pergi

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...