Friday, July 23, 2010

katakan pada angin, rumpun mawar, dan lampu pijar

jumat malam, duduk merenung di balkon depan kamar. semilir angin yang berhembus memberikan aura kesejukan, baik raga maupun jiwa.

oksigen yang mengalir dengan lancar hingga ke otak mencerahkan pikiran.
peringatan akan masuknya pesan instan pada perangkat teknologi terus berdatangan. oh, curhat jumat malam rupanya. kadang mengetik dengan cepat, kadang melambat.

hujan turun rintik-rintik, tak lama berhenti. menyisakan aroma khas yang alami.
kesegaran air, menyatu dengan dedaunan dan tanah. tak lupa angin masih terus menyapa dengan ramah. tampaknya ia sedang bahagia.

mengapa tidak bisa seperti angin? yang berhembus kemana ia suka, memberikan kesegaran, menghanturkan kebahagiaan. ia tidak tampak, namun dapat dirasa.
ingin seperti angin, walau kasat mata, tapi bisa membelaimu dengan bebas.
kemana kau pergi, akau akan mengikutimu. secepat angin, sekuat angin. tanpa lelah, tanpa malas.

angin meniupkan wangi dari kelopak mawar yang baru mekar. hmmm...wanginya yang manis membuat tersenyum, sembari menghirup tentunya. hirup sekali lagi, ternyata tak tercium wangi apapun.
tahan nafas sejenak, hirup lagi. aaah...wanginya membuat ketagihan. indahnya...

rumpun mawar berdiri dengan anggun, mengarah tepat ke arah langit.
dengan warnanya yang indah, tak heran dia menjadi angkuh.
batangnya berduri, menjaga dirinya agar tak tersentuh. tapi kata siapa? angin tetap berani menyentuhnya dengan bebas. membelai, dan menyebarkan aromanya.

angin memang baik hati.

rumpun mawar juga tidak keberatan disentuh oleh sang angin.
toh ia masih tegak berdiri, terlindungi. anggun dan indah.
iri pada rumpun mawar. walau bersanding dengan indahnya, ia tetap kokoh dan terjaga.
dan kau mengaguminya.

ia mengacuhkanmu. tapi kau mendekatinya, menyentuhnya, dan tersakiti oleh durinya.
pada akhirnya, kau hanya mencium aromanya. hingga pada saatnya tiba, kelopak mawar akan mendatangimu dengan sendirinya.

ingin seperti mawar. bisa berdiri angkuh di depanmu dengan indahnya.
dan membuatmu terpesona, menunggu, berjuang, hingga akhirnya luluh dengan sendirinya.
rumpun mawar hanya berdiam, dan kau yang mendatanginya.

angin, rumpun mawar, dan terang lampu pijar melengkapi keindahan malam ini.
terang benderang menampilkan keindahan sang mawar.
itu mawar putih, itu mawar merah. oh, lampu pijar memang cerdas.
ia menampilkan warna semua yang ada.

lampu pijar diam saja. tapi ia terus menerangi.
tidak mengeluh, tidak meminta apa pun.
ia masih mau menerangi rumpun mawar yang angkuh.
betapa rendah hatinya lampu pijar.

ada kalanya ia lelah. tapi, kemudian ia bangkit kembali dan melakukan apa yang ia lakukan saat ini.
dan semua kesulitan tanpa sang lampu pijar.
gelap dunia tanpanya.

ingin seperti lampu pijar, yang bersinar dan perkasa, namun rendah hatinya.
yang keberadaannya selalu diharapkan, walau ia tak nampak.
pesonanya menyebar kemana ia bisa menjangkau.

sampaikan pada angin, rumpun mawar, dan lampu pijar.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...