Sunday, June 27, 2010

dia, lelaki itu

Seseorang yang berdiri di sudut ruangan, dengan pandangan tajam memperhatikan gerak-gerikku
Tidak banyak ucap bibirnya, tapi matanya sudah cukup berbicara
Dengannya aku merasa nyata

Mimpi-mimpi dan khayalannya membara
Mungkin sesama pemimpi, kami saling melengkapi. Meninggikan mimpi satu dan lainnya
Tapi dia selalu bilang, "jangan terbuai oleh mimpi."

dia menunjukkan padaku bahwa hidup tidak hanya hitam dan putih, disana ada abu-abu
Tidak hanya kebaikan dan keburukan, tapi ada area di antaranya
Bahwa senang tidak harus tertawa dan sedih tidak harus menangis
Satu kata, dia berbeda

Bagi orang lain, dia akan tampak seperti seorang yang tidak peduli
Tanpa bicara, dia hanya berbuat. Melakukan apa yang ia mau
"Tidak perlu dilihat untuk melakukan kebaikan," katanya.

Dia yang selalu penuh kejutan.
Melakukan hal-hal yang tak terpikirkan.
Menunjukkan bahwa inilah kehidupan, dimana semua adalah makhluk Tuhan.

Seorang yang mengingatkanku untuk tidak mengejar kebahagiaan duniawi
Di atas impian untuk mewujudkan semua khayalan, masih ada kebahagiaan lain untuk diraih
Materi bukan tujuan
Dengannya, beribadah terasa lebih menyenangkan

Seorang lelaki yang masih mampu bersabar menerima luapan emosi
Yang tidak memilah-milah semua hal kebaikan
Yang mengetahui apa yang salah dan memiliki niat memperbaikinya
Yang dengan segala kerendahan hatinya membukakan mata hati
Yang memiliki hati dan air mata kelembutan

Dia.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...