Saturday, March 13, 2010

pertemuan selalu membawa perpisahan

Sejak dulu, gw tidak ingin mempercayai kata-kata "datang untuk berpisah", atau "pertemuan membawa perpisahan" yang biasa terukir dengan manis di belakang truk-truk yang melintasi jalur pantura. Untuk apa bertemu kalau akhirnya berpisah? Benar kan??

Ketika akhirnya gw menemui perpisahan pertama, gw mengubah pemikiran gw. Ternyata perpisahan menyakitkan. Dan ternyata, dalam pertemuan memang harus ada perpisahan. Mungkin bukan saat ini, tapi nanti, esok, kelak, suatu hari nanti. Pasti, atau ketika kita mati. Nggak ada "you die, I die" yang ada "you die, yu dadah babay".

Gw pikir, dengan tidak menjadi terlalu dekat dengan makhluk lainnya akan memudahkan dalam menghindari sakit akibat perpisahan. Tapi hati terlalu liar untuk ditahan. Ketika perasaan yang berbicara, akan berujung pada bencana. Dan logika tak kunjung hadir untuk memadamkan api, mengembalikan ke dunia fana.

Perpisahan kedua ternyata tidak juga membuat gw belajar bagaimana menghindari sakit kesedihannya. Siapa sih perpisahan itu? Berani-beraninya dia mengusik kehidupan gw yang tenang aman damai tentram. Begitu pula dengan perpisahan ketiga, keempat, dan seterusnya.
Terlanjur, sudah lewat. Percuma dikasih tangkisan sekarang, udah lewat masa best before-nya. Sekarang dia sudah mati rasa, sudah nggak ada rasa kalo berpisah kembali. Konon.

Ketika gw bertemu 51 orang ini, tidak ada rasa kesatuan yang membuat gw merasa tidak ingin berpisah. Tapi, kebersamaan selama 2.5 bulan membuat gw merasa terikat, dan tidak ingin melewatkan satu hari pun tanpa mereka. 1001 rasa bercampur, memberikan warna dunia yang tersendiri dalam dunia gw yang masih merah putih abu abu. Dan seperti yang sudah-sudah, warna pelangi itu juga harus dipecahkan kembali menjadi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu yang berdiri sendiri-sendiri.

Sedih.

Ketika semua yang berkembang dengan indahnya sesuai cara mereka masing-masing, mendadak sang petani memetik dan menjualnya ke pasar. Berpencarlah mereka semua! Sukur-sukur ada pemborong yang membeli mereka bersamaan, meletakkannya dalam vas yang sama. Dan mereka pun berpegangan erat.

Tapi bagaimana dengan yang tertinggal di ladang bunga? Atau di kios penjual?
Mungkin mereka akan tampak segar selalu, tapi tidak ada yang tahu kalau mereka kesepian. Kebersamaan sejak masih benih hingga nyaris mekar sempurna mendadak dipisahkan.

Mungkin begitulah apa yang saya rasakan dengan 50 orang lainnya yang sangat mengagumkan. Yang membiarkan saya mengobservasi dan berimajinasi dengan kepribadian mereka, dan membuat saya memahami makna perbedaan, menerima perbedaan, dan bertoleransi dengan perbedaan. Indahnya kehidupan.

Terima kasih teman-teman, untuk pembelajaran kehidupannya yang akan saya pegang hingga nanti. Ketika mawar, melati, kenanga, kamboja, lily, tulip, aster, daisy, dan semua telah mekar dengan sempurna dalam wadahnya masing-masing, kelak kelopak mereka yang berguguran akan bertemu kembali dalam tanah. Dan saling mengabarkan keindahan dunia yang mereka pandang dari matanya masing-masing.

::tribute to CCGTP Batch 8::

3 comments:

  1. Hai ran..tulisan lo bagus banget..gw inget awal kita kenalan gw ud kenal ricci tp blm kenal lo dan rara..sperti ud takdir cm dr ngmgn teh kuntilanak trus gw bs punya sahabat bwt berbagi sperti kalian,tiba2 muncullah nama gibek,kmana2 brg trus yaah skrg berpisah deh,tp utk smentara aja kok nnt kita ketemu lg ud sukses deh kita smua..amin :D
    Bimo

    ReplyDelete
  2. Hai ran..tulisan lo bagus banget..gw inget awal kita kenalan gw ud kenal ricci tp blm kenal lo dan rara..sperti ud takdir cm dr ngmgn teh kuntilanak trus gw bs punya sahabat bwt berbagi sperti kalian,tiba2 muncullah nama gibek,kmana2 brg trus yaah skrg berpisah deh,tp utk smentara aja kok nnt kita ketemu lg ud sukses deh kita smua..amin :D
    Bimo

    ReplyDelete
  3. Amin amin amiiiinnn...
    Iya biiimmm gw juga percaya kok kalo kita akan menyatu lagi dalam meeting top management dan kita akan membangun coca-cola yang lebih bersahabat :)

    I love you guuuyyyss! Hehe

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...